Jadwal Sholat

jadwal-sholat

Diskon Domain

Hosting Unlimited Indonesia

Search

Senin, 16 Juni 2008

Call Setup Process Part2

Lanjutan dari yg part 1....

Kemudian MSC memeriksa keabsahan atau auhentication dr pelanggan. Dalam penjelasan ini , pelanggan sudah sah jadi kita akan menskipnya. Setelah itu MSC menginisiasikan chipering dari data yang telah dikirim ke kanal/channel. Channel dichip agar sebisa mungkin dilindungi dari penyadapan. Chipering di radio link dapat dilakukan dalam 3 tahap.
Langkah pertama, BSS mulai mengambil data yang telah dichip dari mobile tapi tetap melanjutkan pengiriman data secara clear. Selama mobile tidak dinformasikan tentang chipering, semua data yang diterima dari mobile akan mengalami error. BSS mengirimkan CHIPERING MODE COMMAND ke mobile. Mobile akan dapat menerima pesan ini sebagai transmisi dari BSS tetap dalam keadaan clear atau bersih.
Langkah kedua, Mobile menerima pesan dan membolehkan chipering dalam arah transmit dan receive. Ini akan menghasilkan semua data yang diterima BSS error.(BSS tetap transmit data dalam keadaan clear). Proses pesan ini dikirimkan secara chipering. BSS akan menerima pesan ini sebagaimana yang diharapkan akan diterima.
Ketiga dan langkah terakhir berada di dalam chipering handshake. BSS mengijinkan chipering dalam arah pemancar. Dari point ini chipering diijinkan pada kedua arah (pmancar dan penerima).
BSS membalas ke MSC,mengndikasikan bahwa chipering telah sukses (enabled) .

----------RR Connection Establishment Completed----------------

di point ini koneksi telah disetup antara mobile dengan MSC. Dan selanjutnya BSS akan berfungsi sebagai konduit untuk menstransport pesan signalling antara mobile dgn MSC.

Call Setup Process Part1

Sesuai dengan permintaan comment sebelumnya kali ini kita bahas ttg proses call setup atau proses ketika MS menghubungi MS lain (jalur ketika kita menelpon seseorang sampai dapat terkoneksi sehingga kita bisa melakukan sebuah percakapan). Baiklah kita mulai,..

Pertama" ketika kita melakukan panggilan dengan menekan sebuah tombol angka"di hp, maka terjadilah yang namanya RR (radio resource) connection establishment, yaitu informasi yang akan kita kirim berupa nomor" itu dikirimkan ke MSC, nah agar dapat dikirim ke MSC maka dibutuhkan RR connection ke MSC. RR connection establishment ini ditrigger/dipacu dengan mengirimkan channel request message (memakai RACH). Pesan ini lalu request ke BSS agar menyediakan alokasi utk RR utk RR connection setup. Handset/HP kita lalu menunggu assignments di AGCH (Access Grand Channel) dan mendengarkan AGCH utk membalas. BSS mengalokasikan TCH ke handset. Alokasi TCH memberikan frekuensi dan sebuah time slot disana. Setelah handset/mobile menerima pesan ini, mobile hanya menggunakan resource yg spesifik utk berkomunikasi dengan mobile network.
BSS mentransmisikan radio resource assignment ke mobile via AGCH, pesan tsb mengandung time dan frequency corrections. Time correction memungkinkan mobile mentransmisikan tepat pada waktunya agar dapat mencapai BSS tepat hanya pada slot yg sdh disediakan. Pengaturan timing dan frekuensi berdasar advice dari BSS merupakan langkah yg diperlukan agar transmisi dari mobile dapat sampai ke base station pada waktu yg tepat dan frekuensi yg benar. Mobile melakukan tunes (mengatur/menset) kembali dari AGCH dan tunes ke radio channel yg dituju. Ini adalah pesan pertama yg dikirim setelah tuning ke channel. Mobile menginisiasikan LAPm connection dengan BSC dengan mngirimkan pesan sebuah Set Asynchronous Balanced Mode (SABM). BSS membalasnya dgn Unnumberred Acknowledge (UA) utk melengkapi LAPm setup handshake (teman"pernah dengar three way handshake ngga?semacam itulah dan belum bisa membaca artikel ini terlebih dahulu --> three way handshake). BSS menerima CM service request message dari mobile dan forms sebuah layer message ke-3(network). BSS kemudian 'piggy back' ke SCCP connection request message.
bersambung dlu ya.........

Kamis, 05 Juni 2008

bcch freq planning

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan frekuensi BCCH GSM , yaitu:
1. Alokasi frekuensinya

2. Adjacent dan Co channel interference baik antar site itu sendiri maupun sekitar site
3. Prediksi coverage tiap sektor
4. Parameter seperti PA output, tilt, azimuth, cable feeder type and length, height of antenna

5. Neighbour dalam proses Handover
6. Height profile / Contour

Perhatikan alokasi frekuensi yang ada, dataran sekitar site apakah tinggi rendah, interferens dengan frek KAI atau tidak (biasanya utk DCS), kemudian penentuan neigbour apakah saat handover frekuensi yang ada sama atau berdekatan. Usahakan jika masih bisa tdk terjadi adjacent tetapi jika tidak bisa mk dicari kemungkinan yang terbaik atau juga bisa dilakukan retune frekuensi sekitar site. Kemudian hasil perencanaan kita bisa kita lihat dengan planning tool seperti Asset atau Netact.





Tanya : Terus gimana mas cara nge-plan-nya?
Jawab : mau tau lebih detil? kirim pesan saja ke saya soalnya perlu waktu lebih menjelaskan gimana teknik-teknik meretune seperti permainan sudoku bahkan bisa jadi lebih sulit dari sudoku hehehe :D

*Glossary :
1. BCCH (Broadcast Control Channel) = frekuensi yang dipancarkan secara terus menerus/kontinue dengan daya maksimum dan juga berfungsi sebagai main signalling. Oleh krn itu BCCH tidak dan tdk boleh dihop.
2. Adjacent = berdekatan dlm arti frekuensinya misal arfcn 18 berarti yang adjacent adalah arfcn 17 dan 19
3. Co channel = kanal sama, dalam arti freknya (co channel interference)
4. Coverage = cakupan sinyal dari site
5. PA = Power Amplifier atau juga bisa berupa power dari modul transceiver
6. Retune = tune/atur ulang freknya

Search Another

Blog search