Jadwal Sholat

jadwal-sholat

Search

Selasa, 17 November 2009

Outsourcing,Sikapi Dengan Positif Atau Negatif ?

Semalam adalah hari yang melelahkan (badan masih pegal" sehabis latihan fisik lari di senayan hari minggu) ditambah kuliah masuk pk 17.00 WIB tapi saya telat jadi masuk pk 17.45 (hehe) karena hujan deras ditambah kemacetan lalu lintas di jalan. Selepas kuliah seperti biasa istirahat Magrib dan setelah itu diisi dengan makan malam bersama teman" di kantin sembari menunggu kuliah selanjutnya pk 19.30 . Lalu sempat terbahas tentang sistem outsource di negara kita ini karena kami termasuk para pekerja juga ada yang sedang/sudah merasakan manis pahitnya menjadi tenaga kerja outsource termasuk saya :) (manisnya ada ga?)
Tergantung kita menyikapi hal tersebut, apakah dengan positif thinking atau negatif thinking melulu. Kalau mau disikapi dengan positif, sistem outsourcing di negara kita ini memberikan peluang kesempatan kerja yang lebih luas, memaksa kita meningkatkan skill/experience, bayaran lebih besar dari yang tetap dan menyenangkan bagi orang yang tidak mau terikat (karena kontrak teruss). Namun sisi negatifnya bagi karyawan yaitu ketidakjelasan masa depan (karena ketika kontrak habis,bila belum ada penggantinya maka akan menjadi pengangguran lagi), tidak adanya pesangon (umumnya), dan semakin bebasnya perusahaan asing yang memanfaatkan hal tersebut demi kepentingannya saja (coba saja perhatikan di banyak tempat, seperti konsultan/subcon asing biasanya pribuminya berstatus kontrak semua kalaupun ada yg tetap ya hanya dua atau tiga saja. Penempatan pribumi itu sebagai "syarat" saja kata teman saya bila nanti diaudit oleh semacam departemen tenaga kerja agar bisa membuktikan bahwa ada tenaga kerja pribumi di situ. Banyak semacam trik,mafia dan permainan disitu, namun kembali lagi ke diri kita masing" apakah ingin capek hanya memikirkan ini atau menjalani dengan sikap positif? Seharusnya yang kita harapkan adalah pemerintah melakukan action terbaik untuk kesejahteraan rakyatnya, regulasi juga harus ditinjau kembali oleh pemerintah karena bisa dilihat betapa perang tarif merajalela dan merusak harga pasar. Seharusnya ada pembatasan harga mininum misalnya, karena hal tersebut nantinya akan berdampak lagi bagi para karyawan/engineer di dalamnya.
Pernah terbesit di pikiran saya saat membahas bersama ayah tentang sistem outsource yang ada ini bermula dari perdagangan bebas atau pasar terbuka (hmm neuroliberalisme?)...jadi itulah mengapa Indonesia tidak cocok diterapkan sistem yang "terlalu" liberal. Kata ayah juga sebenarnya sudah dari dulu (20 thn yg lalu) sistem outsource itu sudah ada Indonesia,namun belum terdengar gaungnya. Tidak masalah bagi pekerja terdidik menengah ke atas, namun sistem kontrak tersebut pasti sangat meng-khawatirkan bagi para buruh.pekerja kelas menengah ke bawah atau pekerja non skilled.
Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai karyawan atau pekerja? jawabnya tidak ada melainkan terus berpikir positif, tingkatkan kemampuan diri di tengah kompetisi yang ketat ini, dan selalu bersyukur terhadap apa yang didapatkan, dijalani dengan melakukan yg terbaik serta tetap berdoa semoga segalanya akan menjadi lebih baik lagi....amienn........

o yah btw tetap jgn lupa rajin menabung,investasi,beramal,dll ya hehe kali aja nanti bisa jadi pengusaha ha ha ha.. :p

Rabu, 21 Oktober 2009

Sinyal Digital

Kemarin ada dosen yang menanyakan sesuatu itu apakah bersifat descrete atau continue. Misalnya seperti pada pemakaian kanal dan waktu pendudukan apakah sifatnya descrete atau continue?
bersifat continue maksudnya ada yang berubah-ubah secara acak namun apabila diamati lebih lanjut sebenarnya itu membentuk suatu grafik yg terpola dan berulang. Maka demikian yang disebut bersifat continue. Berikut kita akan pelajari mengenai sinyal digital yang mempuyai sifat gelombang continue.
Sinyal digital dalam komputer memiliki irama amplitudo yang berubah dari waktu ke waktu. Kelebihan sinyal digital adalah lebih mudah diperbaiki. Saat sinyal merambat melalui udara, sinyal tersebut dapat menemui suara atau gangguan yang dapat mengubah gelombang sinyal.
Karakteristik penting dalam sinyal digital adalah :
-Kecepatan data,
-throughput, sama dengan kecepatan data akan tetapi pada umumnya kalkulasi throughput mengabaikan bit-bit yang berhubungan dgn overhead pada protokol komunikasi.

Sabtu, 10 Oktober 2009

Persiapan Interview Telekomunikasi

Sekedar mengingatkan baik untuk diri sendiri maupun bagi teman-teman yang sedang mempersiapkan interview di perusahaan telekomunikasi. Berikut pertanyaan teknis yang sering ditanya berdasarkan pengalaman saya :
1. Ceritakan tentang teknologi GSM yang saudara ketahui !
2. Jangan lupa tentang interface-interface di GSM, apa fungsi TRAU.
3. Berapa MHz frekuensi Tx dan Rx GSM 900 di suatu BTS? Berapa carrier spacing?
4. Loss-loss yang ada di feeder, combiner,dll (sebutkan berapa dB)
5. Gain antenna ---> 18 dBi dan yang lainnya?
6. Apa beda dBi dengan dBm? apakah sama?
7. Berapa jumlah kanal ARFCN GSM900
8. Bila mempunyai bandwidth 10 MHz, lalu berapa frekuensi yang dapat digunakan dan bagaimana perencanaannya?
9. Apa itu C/I, dB, berapa C/I untuk adjacent, co-channel interference
10. Apa itu Rx Level, Rx Qual, dan apa hubungannya?

Segitu dulu yah nulisnya ;)
Kalau ada teman" yang mau menambahkan silahkan dengan senang hati nih =)
Thanks

Minggu, 04 Oktober 2009

Internet & Gadget

Hi friends,
Sekedar informasi jika sedang mencari produk SMART Telecom berupa Netbook, Wireless Router, USB Modem dan Hape Modem, ada disini nih :


Produk SMART Telecom

Ok thanks for your time n have a nice day..

Kamis, 01 Oktober 2009

Coretan Pagi

Turut prihatin atas gempa yang terjadi yang memporak-porandakan Padang Sumatra Barat. Semoga para korban diberikan ketabahan dan ketegaran atas musibah yang terjadi..amienn
Sekali lagi kita diingatkan atas kematian,oleh sebab itu sebagai manusia kita jangan lupa untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Sadar banget diri ini juga masih suka melalaikan waktu,,,ibarat pedang kita sudah terhunus olehnya.
Insya Allah kita semua akan bertambah baik dari hari ke hari. Hanya satu musuh kita sebenarnya yg harus kita perangi,,yaitu rasa malas. Gimana yah melawan rasa malas saat motivasi kita sedang down-downnya?
O yah baca-baca email milis di parakontel (forum para praktisi telekomunikasi Indonesia) isinya lowongan luar negeri dan membutuhkan pengalaman minimal 2 tahun terus,memang sih milis ini ditujukan untuk para ahli telco yang sudah berpengalaman. Makanya sekarang dibuat peraturan di milis tsb untuk new member yang msh fresh tidak diperkenankan ikut. Huh jadi sempet kepikiran klo saja saya nanti sudah mempunyai ilmu lebih yang bermanfaat dan jadi ahli, akan saya bentuk sutu forum atau apalah sebagai media pembelajaran bagi para fresh yang ingin menjadi ahli telekomunikasi.(hahaha,,,namanya jg impian blh donk berandai-andai).
Semangad!!

Minggu, 20 September 2009

Met Ied Fitri 1 Syawal 1430 H

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H


Taqabbalallahu Minna Waminkum.............................
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua, amien
Mohon Maaf Lahir dan Batin yah

Sabtu, 19 September 2009

CDMA Technology

Pagi-pagi gini setelah sahur sambil menunggu waktu subuh enaknya ngapain ya... ngenet dulu aja ah,bete di kamar banyak nyamuk (masih musim banyak nyamuk nih) tidur pun juga jadi kurang nyaman. O yah jadi inget dulu pernah baca buku tentang seluler salah satu isinya ada yang membahas tentang benarkah ada perbedaan fixed wireless dengan seluler. Di situ intinya lebih menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan antara fixed wireless dengan seluler, bisnis tersebut hanyalah aka-akalan pemerintah saja ketika dimunculkannya teknologi CDMA 2000 1x. Lalu strategi pemasaran jitu diterapkan, disebutkan teknologi fixed wireless adalah seperti telepon rumah namun bisa dibawa kemana-mana (tak bawa kemana-mana,haha) dengan penomoran konvensional dan tarif murah. Inilah yang kita kenal dengan sebutan HP CDMA.
Namun kita ingat dahulu Hp CDMA hanya bisa digunakan di area-area yang terbatas tidak bisa menjangkau bila kita keluar dari area layanan karena terbatasnya lisensi. Terbatasnya inipun juga strategi agar GSM tidak kehilangan pelanggannya yang apabila hp cdma sudah bisa dipakai dimana-mana tentu orang akan lebih memilih layanan yang murah ini. Akhirnya sekarang kita pun tau bahwa hp cdma sudah bisa dipakai dimana-mana namun dengan mengaktifkan kodenya terlebih dahulu. Ternyata setelah CDMA sudah mendapat hak lisensi itupun, pelanggan GSM juga masih tetap banyak dikarenakan memang pasar GSM sudah lebih dulu memasuki para user/pemakai di Indonesia. Dan kita juga tahu bahwa GSM pun menerapkan strategi penurunan tarif untuk menyaingi CDMA. Tentu setiap orang mempunyai pengalaman yang berbeda-beda dalam memakai kedua teknologi ini. Satu yang pasti teknologi ini akan semakin berkembang nantinya dan pastinya strategi pemasaran para operator akan berubah ke depannya,....kita lihat saja :)

Minggu, 06 September 2009

Pilih Subcon,Vendor,atau Operator

Hai semua,,,,apa kabar?semoga baik saja yah. Belum ada postingan telco dulu jadi saya isi dengan yg lain.
Kerjaan di dunia telekomunikasi Indonesia intinya berada pada 3 tempat, yaitu :
1. Operator (Indosat,Excel,Telkomsel,dll)
2. Vendor (Nokia,Siemens,Ericsson,dll)
3. Subcon (yang ini banyak banget)
Masing-masing tempat punya kelebihan dan kekurangan masing" tergantung tipe orang yang bagaimana anda itu (di samping juga keberuntungan sih).
Di operator enaknya kerja bisa dikontrol kapan pulangnya maupun kesibukannya, dan 'nyaman'. Namun kekurangannya adalah dari segi pendapatan yang masih kalah dengan vendor/subcon (tergantung posisi kalau anda jadi manager atau VP sih ya lebih bagus). Di vendor enaknya dapat ilmu bisa mengaplikasikannya, gaji lebih tinggi, namun kekurangannya bisa menyita waktu anda lebih banyak.
Di subcon enaknya bisa dapat ilmu dan lebih mengaplikasikan di lapangan, pendapatan sesuai dengan pengalaman dan negosiasi saat interview. Ga enaknya? ya sdh tentu waktu jauh lebih banyak tersita terutama bila project sudah mendekati deadline. Semua tergantung anda, ada juga sistem kontrak dan tetap namun saat ini sulit sekali yah dapat yang tetap dan mantap...hmm
jadi pilih yang mana yaa....

Rabu, 02 September 2009

Beda Wimax dan 3G

WCDMA sebagai bagian dari teknologi 3G menggunakan Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS) untuk membagi sinyal pada spektrum 5 GHz. WCDMA ini berbasis pada 3GPP Release 99 dan melayani kecepatan yang tidak pernah melebihi 3Mbps atau maksimum hanya mencapai 2 Mbps dalam kondisi diam atau berada di wilayah hotspot. Sedangkan bila bergerak hanya mampu mencapai kecepatan 384 Kbps. WCDMA menggunakan modulasi QPSK untuk pembagian kodenya.

Versi portabel dari WIMAX (IEEE 802.16e) menggunakan Orthogonal Frequency Division Multiplexing Access (OFDM/OFDMA). Melalui OFDMA, spektrum frekuensi akan dibagi dalam banyak bagian. Masing-masing bagian selanjutnya akan menggunakan modulasi QPSK atau QAM. Wimax mampu menghasilkan kecepatan hingga 75 Mbps yang jauh lebih tinggi dari kecepatan 3G sehingga cukup potensial untuk memberikan akses internet kecepatan tinggi secara wireless dan sangat memungkinkan untuk digunakan sebagai media komunikasi ponsel. Dibandingkan 3G, Wimax memang memiliki kemampuan yang lebih besar, mampu memberikan jangkauan yang luas dan kemampuannya lebih besar dr 3G. Sayangnya untuk dapat menggunakan teknologi ini pada pemancarnya (BTS) perlu ditambahkan sel-sel baru karena sel-sel yang sudah ada pada BTS tidak dapat dimanfaatkan. Akibatnya operator-operator jaringan seluler perlu mengeluarkan biaya lebih untuk memasang fungsi WIMAX ini.

Perbedaan utama antara Wimax dan Wifi bukan terletak pada kecepatannya melainkan jaraknya. Wifi dapat hanya dapat menjangkau hingga 30 meter, sedangkan WIMAX mampu mencapai jarak hingga 50 Km dengan koneksi wireless. Keuntungannya kecepatan tinggi video conference, dan hal" lain yang dapat dilakukan oleh 3G namun semuanya akan terasa lebih cepat.

Selasa, 23 Juni 2009

Postpone

Dah lama ga update nih blog krn kesibukkan kerja...(sok sibuk c hehe) haduh plus cicil susun tesis nih lg bingung gmn cara mengolah data yang baik bwt analisis yg ga trlalu susah" baget. uuhh..help me friends..bnyk banged ilmu yang harus diraih di telekomunikasi. wah masih dangkal nih ilmuku....Mo blajar dari temen"yg udh jago smg mereka mau yh :)

Senin, 30 Maret 2009

Planning Freq and SFH 1X3

Sebelumnya saya turut berduka atas bencana alam situ gintung yang menelan banyak korban. Semoga arwah korban mendapat perlindungan dari Allah SWT di alam kubur dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. amien..
Posting kali ini hanya membahas ttg pola untuk perencanaan SFH.
Hmm menurutku pola SFH 1x3 enhanced malah mengurangi alokasi BCCH yang ingin dipakai di sistem 2G GSM. Mengapa? karena alokasi TCH frek yang digunakan sebagai Mobile Allocationnya mengambil 2 atau 3 arfcn dari bcch.. huff ternyata jd lebih sulit juga merencanakan frek bcchnya klo sdh bgini (site"nya sangat banyak dan berdekatan sementara alokasi frek bcch yang ada terbatas). Mau reuse juga tetap saja pasti ada adjacent interference. Jadi lebih baik dicari yang seminimal mungkin interference-nya (hope there is no complain again). Jika ingin solusi lain lagi yaitu ubah pola SFHnya dari 1x3 menjadi 1x1 yang membuat alokasi frek bcch lebih banyak lagi, namun ini mengganti pola dari 1 site dan sekitarnya berarti harus merubah pola 1 cluster. hmmph

Senin, 23 Maret 2009

GPRS

GSM data transmission technology such as GPRS (General Packet Radio Services) is a technology used for wireless data services such as wireless internet or intranet and multimedia services.
This technology is being developed, and, of course, such as wireless technology in the other world, this technology will be growing very quickly. Such as GPRS roaming is a basic requirement to realize a global mobile internet to customers in the different GPRS operator GPRS network in the future. This applied to the GRX, which is an IP routing network centralized for interconnection between the GPRS network. GRX system based on GPRS roaming has been successfully conducted between Sonera Roaming System network with Nokia's.

commtechm2m.com says :

The General Packet Radio Service (GPRS) network is an "always on", private network for data. It uses the existing GSM network to transmit and receive TCP/IP based data to and from GPRS mobile devices. Private IP addresses are typically dynamically assigned within the network to mobile devices. However, Access Point Names (APN's) provide a gateway route to other networks such as the Internet, WAP services or private corporate networks. Firewalls typically reside at the APN to isolate the public and private networks. IP addresses allocated to mobile GPRS devices are therefore not addressable from outside the GPRS network (e.g. from the Internet) without specialised services or infrastructure.

GPRS tutorial - GPRS elements diagram

gprs network

Senin, 09 Maret 2009

GSM

Global System for Mobile Communication (GSM)
Sejak 1980, sistem telepon seluler analog tumbuh sangat cepat di Eropa tidak hanya di Skandinavia dan Inggris tetapi juga di Prancis dan Jerman. Tiap negara mengembangkan sistemnya masing-masing sehingga tidak kompatibel satu sama lain baik pada perangkat maupun sistemnya. Situasi itu tidak menguntungkan karena tidak hanya perangkat yang beroperasi terbatas tetapi juga menjadikan pasar dari perangkat tersebut menjadi sangat terbatas.
Pada tahun 1982, Conferensi Europeenne des Postes et Telecominications (CEPT) membentuk kelompok studi yang dinamakan Groupe Special Mobile (GSM) untuk mempelajari dan mengembangkan sistem komunikasi publik di Eropa. Sistem tersebut harus memenuhi kriteria :
a. Memiliki kualitas suara yang baik.
b. Biaya pelayanan dan perangkat murah.
c. Mendukung untuk roaming internasional.
d. Mampu untuk mendukung terminal bergerak.
e. Mendukung untuk dilakukannya pengembangan pelayanan dan fasilitas.
f. Efisien dalam pemakaian spektrum frekuensi.
g. Kompatibel dengan ISDN.
Sistem GSM menggunakan prinsip penggunaan kembali frekuensi (frekuensi reuse), hal ini dapat membuat efisien pemakaian spektrum frekuensi. Pada tahun 1989, pertanggung jawaban GSM diberikan kepada European Telecomunication Standard Institute ( ETSI ), dan pada tahun 1990 fase 1 dari GSM dipublikasikan. Karena sifatnya yang mendunia, bersamaan dengan itu kepanjangan GSM kemudian berubah menjadi Global System for Mobile Communication. Layanan komersial dimulai pada pertengahan 1991, dan pada tahun 1993 terdapat 36 jaringan GSM di 22 negara. Meskipun distandarisasi di Eropa, GSM tidak hanya digunakan di Eropa. Lebih dari 200 jaringan GSM (termasuk DCS1800 dan PCS1900) dioperasikan di 110 negara di seluruh dunia.

2.2 Sistem Jaringan GSM
Jaringan GSM terbagi menjadi 4 sistem utama. Tiap sistem terdiri dari sejumlah unit fungsional dari jaringan komunikasi bergerak. Empat sistem tersebut adalah :
1. Switching System (SS)
2. Base Station System (BSS)
3. Operation Support System (OSS)
4. Mobile Station (MS)

2.2.1 Switching System (SS)
Switching System bertanggung jawab terhadap kinerja proses panggilan dan fungsi subscriber yang berhubungan. Termasuk unit-unit fungsional sebagai berikut :
1. Mobile Switching Center (MSC)
MSC berperan sebagai switching node dari PSTN dan ISDN, dan menyediakan semua fungsi yang dibutuhkan untuk melayani pelanggan seperti registrasi, authentication, locating updating, handovers, dan call routing subscriber.

2. Home Location Register (HLR)
HLR adalah jaringan database tersentral yang menyimpan dan mengatur semua mobile subscription yang dimiliki operator tertentu. HLR bekerja sebagai penyimpanan permanen untuk informasi subscription seseorang sampai subscription itu dibatalkan.

3. Visitor Location Register (VLR)
VLR mengandung informasi tentang semua mobile subscriber yang terletak dalam area pelayanan MSC. Oleh karena itu ada satu VLR untuk setiap MSC dalam jaringan. VLR menyimpan sementara informasi subscription sehingga MSC dapat melayani semua pengguna. Ketika pengguna melakukan panggilan, VLR sudah mempunyai informasi yang diminta untuk call setup.
4. Authentication Center (AUC)
AUC berfungsi untuk menentukan keaslian pengguna-pengguna dalam menggunakan sebuah jaringan. Dalam hal ini AUC digunakan untuk melindungi operator-operator jaringan dari pencurian. AUC adalah database yang terhubung ke HLR yang menyediakan parameter-parameter authentication dan ciphering keys untuk menjamin keamanan jaringan.

5. Equipment Identity Register (EIR)
EIR adalah database yang mengandung informasi resmi dari handset (handphone) di jaringan. EIR membantu untuk menghalangi panggilan dari pencurian atau tidak adanya perizinan resmi.

2.2.2 Base Station System (BSS)
Base Station System terdiri dari unit-unit :
1. Base Transceiver Station ( BTS )
2. Base Station Controller ( BSC )
Fungsi utama BSS adalah melakukan koneksi antara MS dan BTS melalui media radio interface. BSS juga mengendalikan sistem interface radio seluler dan link transmisi antara elemen-elemen di sub sistem BSS. Komponen-komponen yang berlainan supplier dapat saling berkomunikasi melalui bus interface.


1. Base Transceiver Station (BTS)
Pada base transceiver terdapat radio transceiver yang menentukan sel dan menangani radio link protocol dengan mobile station. Pada urban area yang luas sangat mungkin terdapat banyak BTS. Persyaratan BTS adalah reliability, minimum cost dan kuat. BTS berfungsi untuk :
a. Timing Broadcast Control Channel (BCCH) dan Common Control Channel (CCCH).
b. Meneruskan data pengukuran MS dan BTS ke BSC.
c. Mengawasi sinkronisasi antara MS dan BTS.
d. Mengendalikan channel coding dan decoding pada sisi radio.
e. Mengendalikan interleaving dan deinterleaving pada sisi radio.
f. Mengendalikan encryption dan decryption pada sisi radio.
g. Melakukan kinerja frekuensi hopping.
h. Mengendalikan Transmitter (Tx) RF.
i. Merupakan interface BSC ke MS.

2. Base Station Controller (BSC)
BSC menangani radio resource untuk satu atau lebih BTS. BSC menangani radio channel set up, frequency hopping, dan hand overs. BSC menghubungkan mobile phone dengan Mobile Service Switching Center (MSC) dan mengkonversikan 13 Kbps standar channel yang biasa digunakan pada Public Switched Telephone Network (PSTN) atau ISDN.

2.2.3 Operation Support System (OSS)
OSS digunakan untuk memantau dan memonitor jaringan GSM seperti alarm yang ada, statistik performansi, konfigurasi jaringan. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses optimalisasi dan penanggulangan gangguan.

2.2.4 Mobile Station (MS)
Mobile Station (MS) terdiri dari perangkat bergerak (terminal) dan sebuah smart card yang disebut Subscriber Identity Module (SIM). SIM menyediakan personal mobility sehingga pemakai tidak terikat dengan penggunaan satu terminal saja. Dengan memasukkan SIM ke dalam terminal GSM (handphone), pemakai dapat menerima panggilan, melakukan panggilan, dan memperoleh layanan yang lain seperti SMS, MMS serta GPRS.
Setiap terminal GSM memiliki sebuah kode unik dari International Mobile Equipment Identity (IMEI). SIM mengandung International Mobile Subscriber Identity (IMSI) yang berguna untuk mengidentifikasi pengguna kepada sistem, kunci rahasia untuk autentifikasi, dan informasi yang lain.

2.3 Absolute Radio Frequency Channel (ARFCN)
ARFCN atau RF carrier sebenarnya adalah sepasang frekuensi yang digunakan untuk transmit dan receive sehingga informasi dapat dikirim dalam 2 arah. Untuk GSM, sepasang frekuensi dipisahkan dengan jarak 45 MHz dan suatu ARFCN harus dialokasikan pada setiap sel di jaringan GSM.
International Telecommunication Union (ITU) yang mengelola alokasi spektrum radio internasional mengalokasikan frekuensi GSM900 yaitu, 890 – 915 MHz untuk frekuensi uplink (mobile station ke base station) dan frekuensi 935 – 960 MHz untuk frekuensi downlink (base station ke mobile station) untuk jaringan bergerak di Eropa. Daerah frekuensi GSM ini mempunyai 124 Absolute Radio Frequency Channel (ARFCN) dengan lebar bandwidth per kanalnya sebesar 200 KHz dan mempunyai 8 TDMA timeslot.
Secara teori tiap RF carrier dapat melayani 8 panggilan secara serempak, tetapi karena adanya pensinyalan jaringan maka dapat mengurangi jumlah 8 itu menjadi 6 atau 7 timeslot per RF carrier yang dapat digunakan untuk melayani panggilan secara serempak.

Selasa, 03 Maret 2009

Handover, Soft Handoff, Softer Handoff

Teman-teman mungkin sudah tahu perbedaan cell reselection, handoff/hard handoff, soft handoff, dan softer handoff namun ternyata banyak juga yang belum mengetahuinya. Sedikit dituangkan disini :
<--> Cell Reselection adalah perpindahan Mobile Station (MS) dari BTS / cell satu ke BTS lainnya dalam keadaan idle ---> standby (tidak sedang melakukan/menerima panggilan ataupun juga tidak sedang mengirim sms). MS terus melakukan pengukuran untuk mencari mana sel yang terbaik melayaninya.
<--> Handoff atau handover dan juga disebut hard handoff adalah perpindahan MS dari BTS ke BTS lainnya namun kali ini dalam keadaan MS sedang melakukan atau menerima panggilan. (istilahnya call attempt hingga established). Perpindahannya bisa dalam BSC yang sama (disebut juga intra BSC handover) maupun pada BSC yg berlainan (disebut inter BSC handover).
<--> Soft handover adalah sama pengertiannya dengan hard handoff namun bedanya terletak di sel yang melayani MS tsb. Di hard handoff ada istilah namanya break before make, maksudnya sel yang melayani MS yg ingin pindah sel itu, memutuskan layanannya tsb sesaat sebelum MS itu berpindah ke sel/BTS yang baru (namun kita tidak merasakannya). Sedangkan pada soft handoff(ini pada teknologi yang menggunakan CDMA), MS yang ingin berpindah itu tetap dilayani oleh sel sebelumnya hingga sampai benar-benar sudah dilayani oleh sel yang baru dan mencapai nilai threshold min di sel sebelumnya.. Sehingga istilahnya make before break gitu.
<--> Lalu apa softer handover? hihi jd inget ada dosen yg bilang mungkin karena ada "ter" jadi lebuh baik dari soft.
---------------------------------------------------------------------------------------------------
update :
Soft HO    = perpindahan antar sel satu dengan sel lainnya dalam site berlainan
Softer HO = perpindahan antar sel satu dengan sel lainnya dalam 1 site yang sama


NOKIA 5500


Friends, kali ini iseng mau mereview tentang HP Nokia tipe 5500. Tipe ini memang sudah lama, pertama kali keluar kalo ga slh thn 2004/2005. Bentuknya terlihat sporty berwarna hitam dengan sisi di pinggirnya berwarna abu". Yup karena memang tipenya bernama 5500 sport maka ia mengusung fitur sport yakni dapat menghitung gerakan kita entah itu berjalan kaki maupun berlari dan tentunya dilengkapi dengan stopwatch. Kamera 2MP dan tahan banting karena sisi"nya terbuat dari karet. Ada juga fitur pembaca SMS hehe ini yg lucu, karena kalau kata"nya disingkat jd terdengar aneh bahasanya. Yg unik lagi jika kita ingin mengganti lagu atau siaran radio, dan mendengar sms, kita tinggal menepuk bagian tengah atau pinggir dari body HP ini. Soal ketahanan, HP ini baik karena saya msh menggunakannya 4 tahun lbh tanpa masalah. Hanya saja jika memory cardnya sdh hmpir penuh maka dapat membuat lambat dalam membuka text dan menulis sms. Saat ini pasti jarang orang yang memilikinya, karena iklannya pun jg cm sekilas. Overall HP ini layak dimiliki oleh kaum muda yg sporty dan menginginkan harga terjangkau serta fitur transfer yg lengkap spt infrared dan bluetooth.

Kamis, 26 Februari 2009

Sedikit ttg optim 2

TRFHOE=TRUE :

Range TRUE, FALSE
Default FALSE
Objectnya HAND (BASICS)

Traffic Handover Enabled, parameter ini enable atau memungkinkan fitur Handover disebabkan oleh criteria manajemen resource atau singkatnya disebut juga sebagai traffic handover. Jika fitur ini di"enable"kan maka BSC akan mencek situasi traffic load di sel tsb . Bila traffic load melebihi threshold TRFHITH , BSC enable traffic handover di BTS dengan mengirimkan pesan SET ATTRIBUTE dengan indikasi traffic handover ke BTS via link LPDLM (lihat pengertian LPDLM di posting yg lalu).

HOLTHLVDL=10 :
Handover lower threshold level downlink
Object HAND
Range 0-63
Default 10

Mendefinisikan threshold dari level sinyal yang diterima / Rxlev pada downlink untuk keputusan inter cell handover. Parameter ini hanya relevan jika RXLEVHO = TRUE (intercell handover is enable)

RXLEVMIN=12 :
RX Level Minimum
Object ADJC
Range 0-63
Default 12

Parameter ini menentukan pada Rx Lev minimum berapa suatu MS dapat melakukan handover ke adjacent cellnya. Semakin tinggi diset nilainya maka smakin lebih cepat dia akan handover ke adjnya.

HOM=69 :
Handover Margin
Object ADJC3
Range 0-126
Default 69

Handover margin for 2G-3G better cell handover , ini untuk mencegah terjadinya ping pong handover antar 2 sel. Parameter ini juga mendefinisikan cell yang lebih baik dari 2G ke 3G.


CRESOFF=1 :
Cell reselection offset
Objectnya
Range 0-63
Default 1

Ini dibutuhkan sebagai input dari nilai untuk kalkulasi C2. Parameter ini hanya diset jika CRESPARI diset 1. Sepertinya berhubungan dengan cell reselection yaitu saat MS idle yah, tapi C2nya itu apa ya? Tuh udh kejawab di bawah.

CRESPARI=1
object: BTS [BASICS]
range: 0=C2 parameters not present
1=C2 parameters present
default:1

Cell reselection parameter indicator, indikasikan kehadiran C2 (parameter reselection di BCCH) pada IE 'SI 4 Rest Octets'
(SYSTEM INFORMATION TYPE 4) and the IE 'SI 3 Rest Octets'
(SYSTEM INFORMATION TYPE 3); 0=not present, 1=present. C2 berguna buat konfigurasi microcell selama utk mencegah perpindahan cepat MS dan membuat terjadinya cell reselection yang tidak perlu.

Sedikit ttg optim

Hari ini saya kembali berolahraga kembali di kampus sepulang kerja. Lumayan juga setelah lama kurang berolahraga karena rutinitas dan rasa malas sehari-hari. O yah kemarin pagi saya mencoba mencari tahu tentang parameter optim yang ada di teknologi seluler 2G. Kurang begitu mengerti sekali ttg itu (secara ku blm pernah berhubungan langsung atau mempunyai pengalaman optim sebelumnya). Hmm baiklah saya coba menulis sedikit tentang parameter optim yang saya ketahui..yakni sbb :

HRACTT1 :

Bernilai rangenya 1 – 10000 dengan default 6000
Bentuknya sbb: HRACTT1=6000
Objectnya BTS

Half Rate Activation Threshold 1, Parameter ini mendefinisikan threshold yang digunakan oleh fitur” : Cell Load Dependent Activation of Half Rate dan Load-dependent AMR compression handover.

a) Cell Load Dependent Activation of Half Rate
fitur ini diaplikasikan bila parameter EHRACT diset ke TRUE . Pada kasus ini, HRACTT1 mendefinisikan sebuah threshold load trafik yang dievaluasi untuk pemilihan versi forced speech utk incoming non-AMR TCH seizures. BSC membandingkan HRACTT1 dengan persen busy TCH (berhubungan dengan TCH yg available) dalam :
-semua TRX / service layer yang tmsk dlm SLL untuk standard cell
-semua TRX / service layer yang tmsk dlm SLL untuk concentric cell
-semua TRX / service layer yang tmsk dlm SLL untuk extended cell

b) Load-dependent AMR compression handover tujuannya untuk mengkompres handover. Dalam kasus TCH load tinggi untuk mentransfer EFR call dengan quality radio link yang baik ke HR TCH dengan intrasel handover agar mencegah terjadinya TCH Blocking dengan menyediakan tambahan TCH resources.

RXLEVAMI=6 :
Default 6
Objectnya BTS
Range 0-63 0=less than -110 dbm
1= -110 dbm to -109 dbm
2= -109 dbm to -108 dbm
………..
62 = -49 dbm to -48 dbm
63 = greater than -48 dbm

Parameter ini mendefinisikan minimum DL receive level ,MS harus menerima dari sel yang melayani agar diijinkan mengakses jaringan via RACH. Menset RXLEVAMI ke nilai yang tinggi artinya yaitu hanya MS” tsb yang mencoba mengakses sel dimana lokasinya terdapat kondisi coverage yang baik. Jadi jumlah permintaan handover dpt berkurang. Parameter ini dikirim lewat BCCH

Jumat, 23 Januari 2009

Kuliah QoS dalam telekomunikasi

Kepuasan pelanggan :

-Ekspektasi dapat dipertimbangkan sebagai suatu prediksi yang dibuat pelanggan tentang apa yang kemungkinan akan terjadi selama mengkonsumsi produk tertentu
-Hal ini dapat sangat berbeda dari pandangan sipembuat barang atau penyedia jasa
-Kualitas akan didasarkan pada perspektif mereka tentang penawaran produk
-Yang terpenting adalah evaluasi dari kualitas yang dilakukan oleh pelanggan

Evaluasi ini menggambarkan tentang persepsi dan ekspektasi dan sekaligus memperkuat pendapat dari Gronroos dalam mendefinisikan kualitas yang tercakup dalam lingkungan jasa sebagai berikut :
Quality = Costumers’ expectations (E) – customers’ perception (P)


- Kepuasan para pelanggan hanya akan tergantung dari ukuran dan arah diskonfirmasi
-
Jika “yang dirasakan” lebih besar dari pada “yang diharapkan” ( P > E ), para pelanggan akan merasa puas
nJika “yang dirasakan” sama dengan “yang diharapakan” ( P~E ) , para pelanggan akan merasa netral
nJika “yang dirasakan” kurang dari pada “yang diharapkan” ( P < E ), maka para pelanggan akan merasa tidak puas

Search Another

Amazone Stores

Blog search