Jadwal Sholat

jadwal-sholat

Search

Selasa, 09 Oktober 2012

Reminder Antenna : dBi vs dBd Decibel Detail

Sekedar mengingatkan diri sendiri tentang gain antena, bacaan di bawah mungkin berguna.
Antena yg sering saya pakai sendiri di tool adalah 742271V03_0902_00
dan742271V03_1855_00
------------------------------
Antenna gain is measured in either dBi or dBd.
 
It is important to note that antenna gain is different than amplifier gain. Antennas do not have a power source that allows the antenna to create additional energy to boost the signal. An antenna is similar to a reflective lens in principle - it takes the energy available from the source and focuses it over a wider or narrower area.
 
Antenna gain is then a measure of the amount of focus that an antenna can apply to the incoming signal relative to one of two reference dispersion patterns. Digi specifies all antenna gains in dBi.
 
dBi is the amount of focus applied by an antenna with respect to an "Isotropic Radiator" (a dispersion pattern that radiates the energy equally in all directions onto an imaginary sphere surrounding a point source). Thus an antenna with 2.1 dBi of gain focuses the energy so that some areas on an imaginary sphere surrounding the antenna will have 2.1 dB more signal strength than the strength of the strongest spot on the sphere around an Isotropic Radiator.
 
dBd refers to the antenna gain with respect to a reference dipole antenna. A reference dipole antenna is defined to have 2.15 dBi of gain. So converting between dBi and dBd is as simple as adding or subtracting 2.15 according to these formulas:
  • dBi = dBd + 2.15
  • dBd = dBi - 2.15
Specifying antenna gain in dBd means that the antenna in question has the ability to focus the energy x dB more than a dipole.

Beam Width

Because higher gain antennas achieve the extra power by focusing in on a smaller area it is important to remember that the greater the gain, the smaller the area covered as measured in degrees of beam width (think of an adjustable beam flashlight). In many cases a high gain antenna is a detriment to the system performance because the system needs to have reception over a large area.


Sumber

Minggu, 01 Juli 2012

Prinsip Kerja GPS (Global Positioning System)

Cara Kerja GPS
Setiap daerah di atas permukaan bumi ini minimal terjangkau oleh 3-4 satelit.
Pada prakteknya, setiap GPS terbaru bisa menerima sampai dengan 12 chanel satelit
sekaligus. Kondisi langit yang cerah dan bebas dari halangan membuat GPS dapat dengan
mudah menangkap sinyal yang dikirimkan oleh satelit. Semakin banyak satelit yang
diterima oleh GPS, maka akurasi yang diberikan juga akan semakin tinggi.
Cara kerja GPS secara logik ada 5 langkah:
1. Memakai perhitungan “triangulation” dari satelit.
2. Untuk perhitungan “triangulation”, GPS mengukur jarak menggunakan travel time
sinyal radio.
3. Untuk mengukur travel time, GPS memerlukan memerlukan akurasi waktu yang
tinggi.
4. Untuk perhitungan jarak, kita harus tahu dengan pasti posisi satelit dan ketingian
pada orbitnya.
5. Terakhir harus menggoreksi delay sinyal waktu perjalanan di atmosfer sampai
diterima reciever.

Satelit GPS berputar mengelilingi bumi selama 12 jam di dalam orbit yang akurat dan mengirimkan sinyal informasi ke bumi. GPS reciever mengambl informasi itu dan
dengan menggunakan perhitungan “triangulation” menghitung lokasi user dengan tepat.
GPS reciever membandingkan waktu sinyal dikirim dengan waktu sinyal tersebut diterima.
Dari informasi itu didapat diketahui berapa jarak satelit.
GPS receiver dapat melakukan perhitungan dan menentukan posisi user dan menampilkan
dalam peta elektronik.

Sebuah GPS receiver harus mengunci sinyal minimal tiga satelit untuk menghitung posisi 2D (latitude dan longitude) dan track pergerakan. Jika GPS reciever dapat menerima empat atau lebih satelit, maka dapat menghitung posisi 3D (latitude,longitude dan altitude). Jika sudah dapat menentukan posisi user, selanjutnya GPS dapat menghitung informasi lain, seperti kecepatan, arah yang dituju, jalur, tujuan perjalanan,
jarak tujuan, matahari terbit dan matahari terbenam dan masih banyak lagi.
Satelit GPS dalam mengirim informasi waktu sangat presesi karena Satekit
tersebut memakai jam atom. Jam atom yang ada pada satelit jalam dengan partikel atom
yang di isolasi, sehingga dapat menghasilkan jam yang akurat dibandingkan dengan jam biasa.
Perhitungan waktu yang akurat sangat menentukan akurasi perhitungan untuk
menentukan informasi lokasi kita. Selain itu semakin banyak sinyal satelit yang dapat
diterima maka akan semakin presesi data yang diterima karena ketiga satelit mengirim
pseudo-random code dan waktu yang sama.
Ketinggian itu menimbulkan keuntungan dalam mendukung proses kerja GPS,
bagi kita karena semakin tinggi maka semakin bersih atmosfer, sehingga gangguan
semakin sedikit dan orbit yang cocok dan perhitungan matematika yang cocok. Satelit
harus teptap pada posisi yang tepat sehingga stasiun di bumi harus terus memonitor setiap
pergerakan satelit, dengan bantuan radar yang presesi salalu di cek tentang altitude,
posision dan kecepatannya.

Bagaimana sinyal dapat menentukan lokasi
Apa hubungan antara sinyal yang dikirimkan oleh satelit dengan cara GPS
menentukan lokasi? Sinyal yang dikirimkan oleh satelit ke GPS akan digunakan untuk
menghitung waktu perjalanan (travel time). Waktu perjalanan ini sering juga disebut
sebagai Time of Arrival (TOA). Sesuai dengan prinsip fisika, bahwa untuk mengukur jarak
dapat diperoleh dari waktu dikalikan dengan cepat rambat sinyal.
Maka, jarak antara satelit dengan GPS juga dapat diperoleh dari prinsip fisika
tersebut. Setiap sinyal yang dikirimkan oleh satelit akan juga berisi informasi yang sangat
detail, seperti orbit satelit, waktu, dan hambatan di atmosfir. Satelit menggunakan jam
atom yang merupakan satuan waktu paling presisi.
Untuk dapat menentukan posisi dari sebuah GPS secara dua dimensi (jarak),
dibutuhkan minimal tiga buah satelit. Empat buah satelit akan dibutuhkan agar didapatkan
lokasi ketinggian (secara tiga dimensi). Setiap satelit akan memancarkan sinyal yang akan
diterima oleh GPS receiver. Sinyal ini akan dibutuhkan untuk menghitung jarak dari masingmasing
satelit ke GPS. Dari jarak tersebut, akan diperoleh jari-jari lingkaran jangkauan
setiap satelit. Lewat perhitungan matematika yang cukup rumit, interseksi (perpotongan)
setiap lingkaran jangkauan satelit tadi akan dapat digunakan untuk menentukan lokasi dari
GPS di permukaan bumi.

Manfaat GPS
Dengan menggunakan GPS, Anda dapat menandai semua lokasi yang pernaha nda kunjungi. Misalnya, Hotel Mulia di waypoint sekian dan tempat-tempat lainnya.
Sebenarnya, ada banyak manfaat yang bisa diambil jika Anda mengetahui
waypoint dari suatu tempat. Pertama, Anda dapat memperkirakan jarak lokasi yang Anda
tuju dengan lokasi asal Anda. GPS keluaran terakhir dapat memperkirakan jarak Anda ke
tujuan, sampai estimasi lamanya perjalanan dengan kecepatan aktual yang sedang Anda
tempuh. Kedua, lokasi di daratan memang cukup mudah untuk dikenali dan diidentifikasi.
Namun, jika Anda kebetulan menemui tempat memancing yang sangat baik di tengah
lautan ataupun tempat melihat matahari terbenam yang baik di puncak gunung,
bagaimana cara menandai lokasi tersebut agar Anda dapat balik lagi ke lokasi itu di
kemudian hari tanpa tersesat? Di saat seperti inilah sebuah GPS akan menunjukkan
manfaatnya.
Dengan teknologi GPS dapat digunakan untuk beberapa keperluan sesuai
dengan tujuannya. GPS dapat digunakan oleh peneliti, olahragawan, petani, tentara, pilot,
petualang, pendaki, pengantar barang, pelaut, kurir, penebang pohon, pemadam
kebakaran dan orang dengan berbagai kepentingan untuk meningkatkan produktivitas,
keamanan, dan untuk kemudahan.
Dari beberapa pemakaian di atas dikategorikan menjadi:
Lokasi
Digunakan untuk menentukan dimana lokasi suatu titik dipermukaan bumi berada.
Navigasi
Membantu mencari lokasi suatu titik di bumi
Tracking
Membantu untuk memonitoring pergerakan obyek. Membantu memetakan posisi tertentu, dan perhitungan jaringan terdekat 
Timing
Dapat dijadikan dasar penentuan jam seluruh dunia, karena memakai jam atom
yang jauh lebih presesi di banding dengan jam biasa.
Tidak perduli posisi Anda, di tengah laut, di tengah hutan, di atas gunung,
ataupun di pusat kota. Selama GPS dapat menerima sinyal dari satelit secara langsung
tanpa halangan, maka GPS akan selalu memberikan informasi koordinat posisi Anda. GPS
membutuhkan area pandang yang bebas langsung ke langit. Halangan-halangan seperti
pohon, gedung, bahkan kaca film sekelas V-Kool, bisa mengurangi akurasi sinyal yang
diterima oleh GPS. Bahkan bukan tidak mungkin GPS tidak bisa menerima sinyal sama
sekali dari satelit. GPS juga memiliki feature tambahan yang mampu memberikan informasi
selama Anda di perjalanan, seperti kecepatan, lama perjalanan, jarak yang telah ditempuh,
waktu, dan masih banyak.

Sumber : STMIK Amikom Yogyakarta Andi
Berikut info harga yang saya dapatkan bila anda ingin memiliki sebuah GPS sebagai teman anda selama berkendara : 


GPS Mobil
Harga
GPS sf410ii ekonomis
989999
GPS sf410ii wah
1040000
GPS sf550 ekonomis
989999
GPS sf550 wah
1040000
GPS sf550 B ekonomis
989999
GPS sf550 B wah
1040000
GPS sf550 SE eko
989999
GPS sf550 SE wah
1040000

Minggu, 17 Juni 2012

Iklan RF Optimization

Sumber kali ini didapat dari telecomfunda untuk topik RF optimization. 

Mencari tipe RRU di node B
There are several ways to Find RRU type in Node B.
For Ericsson System connect through MOSHELL and
Enter command cabx you can find the RRU type.
Also enter INVH Command for RRU and DUW type.

How to get HSDPA users in Ericsson System?

This is the formula:
HSDPA users average cell:
HS_Users = (pmSumBestPsHsAdchRabEstablish) / (pmSamplesBestPsHsAdchRabEstablish)

How Immediate Assignment Failures effect GSM KPI? 

Immediate assignment failure can occur in the following cases.

• Answer to paging 
• Emergency call 
• Call reestablishment 
• Other services (Orig. call, SMS, SS) 
• Mobile Originating call 
• Location update 
• Other procedures (IMSI detach, SMS, SS, etc.) 


 There are three main reasons for immediate assignment failures 


1. Unsuccessful Immediate Assignment Procedure, No SDCCH Available “SD Blocking” 
2. Unsuccessful Immediate Assignment Procedure, No AGCH Available (AGCH Overload) 
“Check for configuration being used in cell. Is it combined BCCH or non combined BCCH.” 
3. Unsuccessful Immediate Assignment Procedure, assigned SDCCH is not seized by the MS (Phantom RACH Scenario) 
“Check if cell is serving a very large area then we might need to increase ‘RxLevAccessMin’ as the cell is taking traffic from a large distance.

 RRC Establishment Cause Description
Cause 0 Originating Conversational Call
Cause 1 Originating Streaming Call
Cause 2 Originating Interactive Call
Cause 3 Originating Background Call
Cause 4 Originating Subscribed traffic Call
Cause 5 Terminating Conversational Call
Cause 6 Terminating Streaming Call
Cause 7 Terminating Interactive Call
Cause 8 Terminating Background Call
Cause 9 Emergency Call
Cause 10 Inter-RAT Cell re-selection
Cause 11 Inter-RAT Cell change order
Cause 12 Registration
Cause 13 Detach
Cause 14 Originating High Priority Signaling
Cause 15 Originating Low Priority Signaling
Cause 16 Call re-establishment
Cause 17 Terminating High Priority Signaling
Cause 18 Terminating Low Priority Signaling
Cause 19 Terminating – cause unknown


Here is thedetailed procedure:

1) Open TEMS and export log file in text format (.FMT file) by selecting L2 and L3 messages.

2) open text file (.FMT file) in excel and look for "Events" column.
3) Apply filter on "Events" column and filter "Call setup"
4) After filter you will see something like this in next column: "MO call setup time 1234ms, user time 5678ms"
5) So the MO call setup time is 1234ms is your call setup time

Kamis, 14 Juni 2012

Kewajiban dan Jenis Zakat

Mengingat bagi tiap muslim ada kewajiban membayar zakat bila memenuhi persyaratan yang akan dijelaskan di bawah ini, maka penulis ingin berbagi mengingatkan baik untuk diri sendiri maupun teman-teman yang belum/sudah mengetahuinya.

Berikut penjelasan yang diambil dari sumber syariahonline.com :
Assalamu‘alaikum Wr. Wb. Zakat adalah kewajiban yang telah Allah tetapkan atas setiap jenis harta yang kita miliki. Sedangkan jenis harta dan kekayaan itu bermacam-macam bentuk dan wujudnya. Sehingga metode pengeluaran zakatnya pun disesuaikan dengan jenis dan bentuk harta itu. Sehingga bila anda mengatakan bahwa setiap pendapatan telah dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5% apakah masih ada yang harus dikeluarkan zakatnya lagi? Jawabannya bisa ya dan bisa tidak. Karena masing-masing jenis pemasukan dan kekayaan memiliki pola penghitungan yang berbeda. Sebagai contoh bila anda berbisnis/berdagang, maka cara membayar zakatnya berbeda dengan anda mengontrakkan rumah atau mobil. Untuk itu yang perlu anda perhatikan adalah termasuk jenis apakah harta yang anda miliki itu dan bagaimana proses mendapatkannya. Untuk jelasnya silahkan perhatikan daftar berikut ini:
1. Zakat Fithrah: yang dizakati setiap jiwa/kepala semua muslim besar kecil, pria wanita, tua muda. Waktu Pembayaran: malam 1 syawal dan boleh 2-3 hari sebelumnya atau sejak awal ramadhan. Besarnya yang dikeluarkan: 1 sha‘ = 2, 159 kg beras
2. Emas & Perak: yang dizakati: emas/perak yang disimpan bukan yang sering dipakai. Nishab minimal: 85 gram emas/595 gram perak. Waktu Pembayaran: 1 haul (setelah dimiliki selama 1 tahun qamariyah, meski ditengahnya pernah berkurang). Besarnya yang dikeluarkan: 2,5%
3. Perdagangan Uang/modal yang berputar: bukan asset (bangunan, perabot dan lain-lain tidak termasuk). Nishab Minimal: seharga 85 gram emas/595 gram perak. Waktu pembayaran: 1 haul (setelah dimiliki selama 1 tahun qamariyah, meski ditengahnya pernah berkurang) Besarnya yang dikeluarkan: 2,5%
4. Tabungan Semua bentuk tabungan (baik tunai, rekening, piutang, chek, giro dan lain-lain). Nishab minimal: seharga 85 gram emas/595 gram perak. Waktu pembayaran: 1 haul (setelah dimiliki selama 1 tahun qamariyah, meski ditengahnya pernah berkurang). Besarnya yang dikeluarkan: 2,5%
5. Pertanian: hasil panen dikurangi biaya perawatan (pupuk, irigasi, obat dan lain-lain). Nishab minimal: 5 wasaq = 653 kg gabah = 520 kg beras. Waktu Pembayaran: setiap panen besarnya yang dikeluarkan: 5% jika diairi atau 10% jika dengan air hujan
6. Investasi Hasil dari harta yang investasikan (sewa mobil, kontrakan rumah, saham dan lain-lain), nilai investasinya tidak termasuk. Nishab Minimal: 5 wasaq = 653 kg gabah = 520 kg beras. Waktu Pembayaran: setiap mendapat hasil/setoran. Besarnya yang dikeluarkan: 5% dari hasil bersih atau 10% dari hasil kotor
7. Ma‘din/Hasil Tambang: Hasil tambang darat (minyak, emas, batubara) & laut (mutiara dan lain-lain). Nishab Minimal: Tidak ada nishab minimal Waktu Pembayaran: saat mendapat. Besarnya yang dikeluarkan: 20%
8. Hadiah sayembara: kuis Nishab Minimal: Tidak ada nishab minimal. Waktu pembayaran: saat mendapat Besarnya yang dikeluarkan: 20%
9. Profesi: 1. Penghasilan Kotor (gaji, honor, komisi, bonus, THR dan lain-lain) 2. Penghasilan Bersih (setelah dipotong dengan kebutuhan pokok, hutang dan lain-lain). Jumlah penghasilan setahun seharga Nishab Minimal: 5 wasaq = 520 kg beras. Waktu Pembayaran: Tiap menerima penghasilan besarnya yang dikeluarkan: 2,5%. Silahkan anda periksa jenis harta dan pemasukan yang anda miliki dan keluarkan zakatnya sesuai dengan ketentuannya.
Wallahu a‘lam bishshowab. Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Kamis, 19 April 2012

Pengenalan Evolusi LTE

R5, R6, R7, R8 ,R99 apa sih itu?
Mungkin kita sering mendengar teman-teman menyebutkan atau membaca di berbagai artikel telko tentang istilah tersebut, apakah masih ada teman-teman yang belum mengenalnya? baiklah saya pun mengakui kurang mengenalnya, jadi yuk kita bahas mengenai mereka.
R di depan itu adalah singkatan dari Release , sebelumnya mari lihat gambar berikut agar lebih jelas :
Gambar di atas menjelaskan tentang perkembangan sistem telekomunikasi di dunia dari tahun 80-90an sampai sekarang 2012. Kedatangan UMTS ditandai dan diperkenalkan oleh hadirnya R99 yang terus berevolusi, evolusi tersebut mempengaruhi air interface yang terkandung di dalam R5,R6,R7 dan R8. Release 5 dan 6 memperkenalkan High Speed Packet Access (HSPA) yaitu HSDPA(downlink) di R5 dan HSUPA atau Enhanced Uplink (EUL seperti yg pernah saya bahas sebelumnya) di R6. HSPA+ dikembangkan pada R7 lalu LTE mulai digambarkan pada spesifikasi R8. Perdebatan teknis tentang LTE ternyata sudah dimulai sejak tahun 2004, pada tahun 2005 bulan Juni maka 3GPP memfokuskan target spesifikasi LTE dengan report teknisnya TR.25.913 yaitu kecepatan data rate dapat mencapai 100 Mbps (downlink) dan 50 Mbps (uplink), bandwidth kanal hingga 20 MHz dan mendukung interworking dengan sistem existing 3G dan sistem lainnya yg belum dispesifikasi oleh 3GPP.
Pada Oktober 2006 akhirnya versi finalnya muncul dengan report TR 25.814 :

- Orthogonal Frequency Division Multiple Access (OFDMA) untuk uplink dan downlink
- Multi Channel Wideband Code Division Multiple Access (MC-WCDMA) yang menggabungkan 2 atau lebih kanal 5Mhz WCDMA untuk menyediakan peningkatan keseluruhan bandwidth downlink dan uplink
- Multi Channel Time Division Synchronized Code Division Multiple Access (MC-TD-SCDMA), multi kanal versi dari China Time Division Duplex standar uplink-downlink
- Single Carrier Frequency Division Multiple Access (SC-FDMA), single carrier versi dari OFDMA yang ditujukan untuk uplink only

Summary-nya (kandidat E-UTRA) jadi sebagai berikut :
1. 100 Mbps downlink dan 50 Mbps uplink
2. Meningkatkan bit rate pada ujung cell
3. 2-4 kali efisiensi spectral yang lebih baik
4. Mengurangi latency radio access network
5. skala bandwidth hingga 20 MHz
6. Interworking dengan sistem 3G yang sudah ada

Teknologi Air Interface yang dipilih ada 2 finally yaitu OFDMA dan SC FDMA.
OFDMA dikembangkan untuk LTE downlink diharapkan mampu mencapai puncak data rate mendekati 360 Mbps di kanal 20 Mhz,  sedangkan SC FDMA dikembangkan untuk LTE uplink dan menggunakan single atau multiple 180 kHz kanal untuk mengirim hingga 86 Mbps.

Kamis, 12 April 2012

Lowongan 2G Radio Design Jakarta based

Memenuhi permintaan pembaca untuk informasi lowongan kerja di dalam negeri, maka saya umumkan yah di sini, namun mohon maaf untuk tidak mengirimkan lamaran bila tidak mempunyai pengalaman di bidang planning (persyaratan) :

Dibutuhkan 1 orang 2G RND (Radio  Network Design/ Planner) untuk vendor Ericsson Indonesia

Persyaratan yang dibutuhkan :
- mengerti basic planning
- mengerti basic retune frequency
- pernah menggunakan planning tools seperti Netact, Asset, Mentum/TCP (minimal salah satu saja)
untuk simulasi coverage dan interference
- database maintenance MS office

Segera kirim CV anda ke email saya panji.ryan@gmail.com

ditunggu paling lambat tanggal 18 April 2012 (sementara)

Kamis, 05 April 2012

What are the possible causes for an Access Failure in UMTS?

RF Optimization

Sekedar catatan yg ditemukan. Access failure di UMTS disebabkan oleh sbb : 



Posted: 04 Apr 2012 05:30 PM PDT
  • Missing Neighbors (solusi create neighbours)
  • Poor Coverage (solusi atur tilting, atur azimuth bila perlu, tambah cpich power)
  • Pilot Pollution / Spillover ( atur cpich power atau agar ada pilot yg dominan)
  • Poor Cell Reselection (cek site sekitar,
  • Core Network Issues (
  • Non – availability of resources. Admission Control denies (cek capacity,
  • Hardware Issues (cek hardware,ganti/perbaiki)
  • Improper RACH Parameters
  • External Interference (scanning freq, retune)
silahkan bila ada yg ingin menjelaskan lebih detil solusi-solusinya di dalam kurung, maklum ane masih newbie untuk optim.

Thanks

Rabu, 28 Maret 2012

Project Engineers wanted for the UK

Meneruskan kesempatan kerja overseas di UK:

 CV dikirimkan kepada naomi.conn@tanint.com dengan reference panji.ryan@gmail.com

I am urgently looking for Project Engineers to work a 6 month extendable contract in Solihull.

There are many positions available i am looking for:
15x Project Engineers TI (Telecom Implementation)
12x Project Engineers CW (Civil Works)
13x Project Engineers TXM (Transmission Microwave)

If you are interested in this position then please send me your most updated CV for consideration and state your availability.



Thank you for your help in advance.





Naomi Conn
Tangent International
+44 1277 635 870

Jumat, 02 Maret 2012

Apakah Pola SFH

Pola SFH yang kita kenal pada umumnya adalah 1 x 1 dan 1 x 3
lalu ada lagi nih pertanyaan kalau 3 x 1?
hmmm menurut................
Analisiissss Saiyyyaaa (kata butet :p )

1 x 1 itu kan dalam 1 site misal ada 3 sektor dan ketiga sektor itu memakai MALIST yang sama.
1 x 3 itu kan dalam 1 site misal ada 3 sektor dan ketiga sektor itu memakai MALIST yang berbeda.
berarti kalau 3 x 1 adalah ada tiap 3 site (dalam 1 cluster mungkin) memakai MALIST yang sama, hehe bener ga? :D kalau salah kasih tahu dong master yang sedang membaca blog ini :)

soalnya saya belum menemukan referensi yang memberitahukan ,jadi yah analisis sendiri deh.

o iyah ada bacaan bagus nih yang saya temukan dari internet tentang planning :)
silahkan diunduh di sini Frequency Planning Concept

Hubungan Combiner dengan Frequency Hopping

Sedang mencari-cari informasi tentang combiner, didapat penjelasan berikut ini :

A combiner is a device at the base station that allows connection
of several transmitters to one antenna. There are two types of combiners hybrid and filter. Hybrid combiner can combine two incoming transmitter signals to one outgoing signal and allows all frequencies. A filter combiner allows only a selected frequency in the transmit band to pass through.and duplexer means you can use the same antenna both uplink and downlink paths.
 Pada prinsipnya iya sih udah tau kalau kerja combiner itu menggabungkan beberapa tansmitter ke satu antena. Tipe-tipenya adalah hybrid dan filter, dan lalu mengapa saya membahas ini?
 Karena saya tergelitik dengan pertanyaan apakah perbedaan antara SFH dan BB ? pada prinsipnya saya sudah tahu perbedaannya , namun pertanyaan berlanjut ke mengapa pada SFH ....TRX0 tidak ikut dihopping? lalu pada BB TRX0 hopping semua kecuali timeslot bcch.
Ketika memperhatikan skema gambar perbedaan antara keduanya, barulah saya tidak menganggap remeh lagi yaitu penggunaan tipe combiner yang berbeda antara keduanya. Seingat saya, SFH memakai hybrid combiner sedangkan BB memakai filter combiner.

Semoga benar yah.

Jumat, 24 Februari 2012

Paging Success Ratio, IRAT Failure, CPICH power

Iklann lewatttt...sepintas sore ini

 Paging Success Ratio:
adalah respons paging ke attempt paging (banyaknya percobaan paging) dalam jaringan WCDMA UMTS.
Nilai yang baiknya adalah di atas 90%.

  IRAT Failure :
IRAT = Inter Radio Access Technology
Ada beberapa penyebab untuk kegagalan IRAT / IRAT Failure di jaringan seluler.
4 Penyebab utamanya adalah :

1. Missing relation ke 2G
2. Tidak adanya 2G resources
3. Poor 2G Coverage
4. Missing relation ke 3G

Tambahan dari telecomfunda nih:

What is a typical CPICH power?

CPICH power typically takes about 10% of the total NodeB power.  For a 20W (43dBm) NodeB, CPICH is around 2W (33dBm).
In urban areas where in-building coverage is taken care of by in-building installations, the CPICH may sometimes go as low as 5% because:
  • The coverage area is small since users are close to the site, and
  • More power can be allocated to traffic channels.

Multimedia Broadcast Multicast Services (MBMS)

Apa itu MBMS?
MBMS adalah spesifikasi interface point to point untuk jaringan seluler 3GPP baik existing maupun yg akan datang, yang didesain untuk menyediakan pengiriman efisien dari layanan broadcast dan multicast kedua"nya baik di dalam cell maupun jaringan inti. Untuk transmisi broadcast melalui beberapa jaringan, ia mendefinisikan transmisi melalui konfigurasi jaringan single frekuensi. Aplikasi target termasuk mobile TV dan radio broadcasting serta pengiriman file dan emergency alert.
Tidak ada pengembangan MBMS untuk komersial selama ini. 


sumber : telecomfunda

Rabu, 15 Februari 2012

Automatic Frequency Planning

Lama belum update ,malam ini mencoba kembali hadir lagi. Apa yah bahasan yang bisa dibahas kali ini? hmm yang terpikir baru-baru ini sih tentang Malist adhoc. Perencanaan alokasi frekuensi tch (kanal trafik) yang bersifat acak atau malist (mobile allocation) yang dipakai tiap sektor berbeda-beda. Agak pusing juga sih melihatnya, namun itu adalah hasil runningan dari suatu tools automatic frequency planning (AFP) yang bernama.......Optimi.
Yeah, optimi dapat membuat planning secara automatis baik itu frekuensi BCCH ,TCH, MAIO dan HSN. Optimi bergantung kepada data-data vital yang harus akurat sesuai dengan aktual yang ada di lapangan. Data-data yang dibutuhkan oleh optimi itu adalah :

1. Physical data information (cell name,site name,CGI,long,lat,Azimuth,Tilt,antenna type,height,etc)
2. HO (handover) data
3. TRX config data
4. MRR + FAS/NCS (kind of Measurement Record)
5. New Site Integration date
6. Trafik on busy hour selama minimal 1 minggu (Voice dan Data)
7. Neighbour
8. Clutter & Elevation map

kurang lebihnya itu yang dibutuhkan sebagai input ke tool optimi. Nomer 2,3,4,6,7 disediakan oleh OSS engineer. nomor 5 disediakan oleh tim project atau tim operator , dan ke-1,5,8 oleh RNP/RND dari semua pihak terutama owner. Bila semua sudah lengkap maka optimi selanjutnya yang akan bekerja dengan algoritmanya sehingga dicapai hasil simulasi yang baik berupa tidak adanya co-bcch,co-bsic, dll.

Namun menurut saya optimi juga punya kelemahan, yaitu ketika data-data yang diberikan sebagai input tersebut tidak akurat maupun tidak bisanya ia mengatur perencanaan frekuensi bcch secara rapih seperti yang dilakukan pada cara manual. Saya sendiri belum pernah menggunakan optimi,hanya saja terlibat pada beberapa hasilnya untuk kesekian kalinya. Keluaran hasil bcch plan dari optimi, disimulasikan kembali olehku ke dalam planning tool yang bernama Mentum Cell Planner (ini versi10 karena versi sebelumnya bernama Tems Cell Planner, mungkin sudah dibeli oleh mentum). Dilihat hasil statistik plot C/I dan C/A nya apakah lebih baik dari sebelumnya atau sesudahnya setelah diplan oleh optimi.

Segitu dulu yang bisa saya tulis, udah ngantuk nih ...hoammm. Trims sudah membaca dan berkunjung.

Rabu, 11 Januari 2012

RN Admission Control Parameter

Walau belum dapet kesempatan ngoptim 3G, ga ada salahnya gw pelajari parameter-parameternya. Berikut yang ingin gw pelajari hari ini :


RN Admission Control

aseDlAdm   Cell parameter that defines the absolute admission limit for ASEs in the downlink.

aseUlAdm   Cell parameter that defines the absolute admission limit for ASEs in the uplink.

compModeAdm   Cell parameter that defines the absolute admission limit for the number of radio links in compressed mode in a cell.

dlCodeAdm   Cell parameter that defines the absolute admission limit for downlink code usage.

pwrAdm   Cell parameter that defines the absolute admission limit for downlink power utilization. It is relative to the min( maximumTransmissionPower, maxDlPowerCapability), it is expressed as a percentage and that is a percentage of min.( maximumTransmissionPower, maxDlPowerCapability).

hsdpaUsersAdm   Cell parameter that defines the admission limit for the number of users assigned to the HS-DSCH. Applicable to admission requests related to RAB setup of an HSDPA service.

eulServingCellUsersAdm   Cell parameter that defines the admission limit for the number of EUL users having the cell as serving cell.

eulNonServingCellUsersAdm   Cell parameter that defines the admission limit for the number of EUL users having the cell as non-serving cell.

eulServingCellUsersAdmTti2   Cell parameter that defines the admission threshold for the number of 2 ms TTI E-DCH users having this cell as serving cell. Applicable at serving cell change, at RAB establishment and at re-configuration to EUL.

sf8Adm   Cell parameter that defines the absolute admission limit for the number of radio links with spreading factor = 8 in downlink.

sf16Adm   Cell parameter that defines the absolute admission limit for the number of radio links with spreading factor = 16 in downlink for which new non-guaranteed admission requests will continue to be allowed.

sf32Adm   Cell parameter that defines the absolute admission limit for the number of radio links with spreading factor = 32 in downlink.

sf16gAdm   Cell parameter that defines the maximum number of radio links with spreading factor = 16 in downlink for which new guaranteed admission requests will continue to be allowed. Reaching or exceeding this number of radio links (any service class) using downlink spreading factor = 16 will block setup/adding any more guaranteed service class radio links requiring additional downlink spreading factor = 16 in this cell.

sf4AdmUl   Cell parameter that defines the absolute admission limit for the number of radio links with spreading factor = 4 in uplink (radio connection type PS384/HS).

sf8AdmUl   Cell parameter that defines the absolute admission limit for the number of radio links with spreading factor = 8 in uplink.

sf16AdmUl   Cell parameter that defines the absolute admission limit for the number of radio links with spreading factor = 16 in uplink.

sf8gAdmUl   Cell parameter that defines the absolute admission limit for the number of radio links with spreading factor = 8 in uplink.

dlHwAdm   Parameter that defines the admission limit for the downlink hardware usage in the cell group.

ulHwAdm   Parameter that defines the admission limit for the uplink hardware usage in the cell group.

maxNumHsdpaUsers   Parameter that limits the maximum allowed number of simultaneous HSDPA users per cell that can be served.

maxNumADchReservation   The maximum number of A-DCH resources that may be configured in a baseband pool.

ulLicFractBbPool2   Parameter that defines the UL capacity of the second Base Band Pool in percentage of licensed UL capacity.

dlLicFractBbPool2   Parameter that defines the DL capacity of the second Base Band Pool in percentage of licensed DL capacity

plSessionsMax   Parameter that defines the maximum number of ongoing MBMS sessions in one Preferred Layer cell.

nonPlSessionsMax   Parameter that defines the maximum number of ongoing MBMS sessions in one non-Preferred Layer cell.

Minggu, 08 Januari 2012

Telecom Trends 2012

The 10 hottest consumer trends:

1. Connectivity is king. Connectivity has become as essential as the air we breathe. Once they have been connected, consumers say the internet is one of the last things they would be willing to give up if they had to reduce their expenses. (penting dong, jangan suka lemot :D )

2. Everyone can be a service provider. There is a huge demand for new services. The internet makes it possible for both companies and consumers to invent new solutions, such as apps. (sudah banyak aplikasi yg diciptakan oleh pemuda Indonesia, great)

3. Social media redefine news reporting. Social media drive consumption of pictures, video clips and music, and now they also help consumers judge the relevance of news by providing necessary social commentary. (hmm semoga facebook masih banyak yg lihat ya)

4. Mobile phones play a significant role in everyday life. Consumers show most interest in mobile services that are directly related to nearby places or local services. While 90 percent of all smartphone owners always carry their phones with them, only 80 percent of them mention carrying money. (tetep aja kalo soal jual beli mesti siapin cash,tapi mobile phone memang mempermudah)

5. Transparency greater than privacy. People are getting used to living transparent lives and they also expect companies and other organizations to act transparently. (kalo company sih memang harus transparant baiknya dari dulu, tapi kalo kita? tetap butuh yg namanya privacy)

6. The cloud makes things easy to use. Shring information and having several devices connected at all times is becoming the norm for consumers, resulting in the introduction of more cloud-based services. The main driver is ease of use. (yup cloud computing!)

7. Women drive adoption of smartphones. Our 2011 study of smartphone users showed that men still dominate usage of niche services on smartphones while significantly more women use regular services such as voice calling, SMS and Facebook. By actively integrating the use of all communications channels into one device, women are driving mass-market adoption of smartphones. (hmm wanita suka belanja,hihi)

8. Making shopping easier. Our survey showed that 67 percent of smartphone users are interested in mobile payments. Payments should not be seen in isolation but must be put into a context of everyday shopping "“ for example, product information, bonus points, receipts and even indoor-shopping-mall navigation. (buat yg suka belanja semakin dipermudah, tapi tetep keamanan harus diperhatikan)

9. Everything connects. Mobile data surpassed voice in the fourth quarter of 2009 and doubled voice in the first quarter of 2011. Consumers are increasingly connecting to the internet and to things around them, such as cars, vending machines, ticket gates and more. (seperti yg diramalkan, teknologi akan berhubungan dengan device" lainnya)

10. Uncertain times "consumers strive for control". In times of economic instability or when disasters such as earthquakes occur, we see renewed interest among consumers in services related to utilities such as water and electricity. Likewise, a change in disposable income is driving demand for consumers to be in control of service consumption. (pengendalian konsumsi seperti listrik dan air semakin diperhatikan,terlebih saat terjadi bencana/ketidakstabilan ekonomi)

Search Another

Amazone Stores

Blog search