Jadwal Sholat

jadwal-sholat

Search

Jumat, 24 Februari 2012

Paging Success Ratio, IRAT Failure, CPICH power

Iklann lewatttt...sepintas sore ini

 Paging Success Ratio:
adalah respons paging ke attempt paging (banyaknya percobaan paging) dalam jaringan WCDMA UMTS.
Nilai yang baiknya adalah di atas 90%.

  IRAT Failure :
IRAT = Inter Radio Access Technology
Ada beberapa penyebab untuk kegagalan IRAT / IRAT Failure di jaringan seluler.
4 Penyebab utamanya adalah :

1. Missing relation ke 2G
2. Tidak adanya 2G resources
3. Poor 2G Coverage
4. Missing relation ke 3G

Tambahan dari telecomfunda nih:

What is a typical CPICH power?

CPICH power typically takes about 10% of the total NodeB power.  For a 20W (43dBm) NodeB, CPICH is around 2W (33dBm).
In urban areas where in-building coverage is taken care of by in-building installations, the CPICH may sometimes go as low as 5% because:
  • The coverage area is small since users are close to the site, and
  • More power can be allocated to traffic channels.

Multimedia Broadcast Multicast Services (MBMS)

Apa itu MBMS?
MBMS adalah spesifikasi interface point to point untuk jaringan seluler 3GPP baik existing maupun yg akan datang, yang didesain untuk menyediakan pengiriman efisien dari layanan broadcast dan multicast kedua"nya baik di dalam cell maupun jaringan inti. Untuk transmisi broadcast melalui beberapa jaringan, ia mendefinisikan transmisi melalui konfigurasi jaringan single frekuensi. Aplikasi target termasuk mobile TV dan radio broadcasting serta pengiriman file dan emergency alert.
Tidak ada pengembangan MBMS untuk komersial selama ini. 


sumber : telecomfunda

Rabu, 15 Februari 2012

Automatic Frequency Planning

Lama belum update ,malam ini mencoba kembali hadir lagi. Apa yah bahasan yang bisa dibahas kali ini? hmm yang terpikir baru-baru ini sih tentang Malist adhoc. Perencanaan alokasi frekuensi tch (kanal trafik) yang bersifat acak atau malist (mobile allocation) yang dipakai tiap sektor berbeda-beda. Agak pusing juga sih melihatnya, namun itu adalah hasil runningan dari suatu tools automatic frequency planning (AFP) yang bernama.......Optimi.
Yeah, optimi dapat membuat planning secara automatis baik itu frekuensi BCCH ,TCH, MAIO dan HSN. Optimi bergantung kepada data-data vital yang harus akurat sesuai dengan aktual yang ada di lapangan. Data-data yang dibutuhkan oleh optimi itu adalah :

1. Physical data information (cell name,site name,CGI,long,lat,Azimuth,Tilt,antenna type,height,etc)
2. HO (handover) data
3. TRX config data
4. MRR + FAS/NCS (kind of Measurement Record)
5. New Site Integration date
6. Trafik on busy hour selama minimal 1 minggu (Voice dan Data)
7. Neighbour
8. Clutter & Elevation map

kurang lebihnya itu yang dibutuhkan sebagai input ke tool optimi. Nomer 2,3,4,6,7 disediakan oleh OSS engineer. nomor 5 disediakan oleh tim project atau tim operator , dan ke-1,5,8 oleh RNP/RND dari semua pihak terutama owner. Bila semua sudah lengkap maka optimi selanjutnya yang akan bekerja dengan algoritmanya sehingga dicapai hasil simulasi yang baik berupa tidak adanya co-bcch,co-bsic, dll.

Namun menurut saya optimi juga punya kelemahan, yaitu ketika data-data yang diberikan sebagai input tersebut tidak akurat maupun tidak bisanya ia mengatur perencanaan frekuensi bcch secara rapih seperti yang dilakukan pada cara manual. Saya sendiri belum pernah menggunakan optimi,hanya saja terlibat pada beberapa hasilnya untuk kesekian kalinya. Keluaran hasil bcch plan dari optimi, disimulasikan kembali olehku ke dalam planning tool yang bernama Mentum Cell Planner (ini versi10 karena versi sebelumnya bernama Tems Cell Planner, mungkin sudah dibeli oleh mentum). Dilihat hasil statistik plot C/I dan C/A nya apakah lebih baik dari sebelumnya atau sesudahnya setelah diplan oleh optimi.

Segitu dulu yang bisa saya tulis, udah ngantuk nih ...hoammm. Trims sudah membaca dan berkunjung.

Search Another

Amazone Stores

Blog search