Jadwal Sholat

jadwal-sholat

Diskon Domain

Hosting Unlimited Indonesia

Search

Selasa, 20 Februari 2018

Basic Optimization

Jika berbicara tentang optim, seringkali kita yang baru masuk ke dunia ini bertanya ngapain aja sih kerjaan ngoptim itu? susah gak sih?
Berpatokan pada 5W dan 1H : what, where, who, why, when and how untuk menggambarkan proses optim pada jaringan telekomunikasi. Ini saya sedang asal saja menyebutkan jadi tidak tau urutan yang benarnya bagaimana ya haha..

What = apa yang harus dioptim
Where = di bagian jaringan mana yang harus dioptim
Who = siapa saja orang-orang yang harus kita infokan atau eskalasi dalam mengoptim
Why = mengapa harus optim bagian / parameter itu
When = kapan sih harus melakukan action optim
How = bagaimana cara mengoptim

kita mulai saja dari poin apa yang harus dioptim >> tentunya yang harus dioptim adalah jaringan radio telekomunikasi mulai dari radio frequency antara user dengan enodeB hingga sampai ke core partnya yakni MME via interface S1-MME dan serving gateway hingga application layer (internet).

dimana kita mengoptimnya >> di kantor bisa, di rumah juga bisa, di mana-mana juga bisa selama membawa laptop dan ada koneksi internet yg mumpuni. Eh namun bukan itu maksudnya hehe, melainkan lebih ke bagian hubungan enode b dengan UE (user equipment alias handset yg kita pakai). Pada bagian ini lebih sering kita mengutak atik parameter enode-b yang tentu berdampak pada kondisi radio yang mempengaruhi quality handset pengguna..atau bearernya kita kenal yang disebut radio bearer. Semakin expert biasanya gak hanya sampai di situ saja, tetapi kudu end to end optimization, dari A sampai Z, dari radio ke transmission hingga core (semoga bisa ke bagian ini aamiiiin).

siapa orang yang berkaitan dengan proses optimasi ini >>installation engineer, planning engineer, optim engineer, transmission engineer, hingga core engineer semua bisa berkaitan dengan itu semua. Bergantung dari masalahnya apa dan solusinya apa lalu tanggung jawab siapa yang harus action untuk menyelesaikan masalah tersebut.

kenapa optim parameter itu >> semua ada flow chartnya, ada alurnya sehingga memutuskan untuk merubah baik itu antena physical changes, parameter changes, ataupun hanya sekedar mereset site.

kapan melakukan action optim >> setiap hari harus memonitor jaringan baik dari sisi KPI OSSnya, hingga data drive testnya jika ada. dan sekarang lebih update lagi yaitu KQI indikator yang lebih berefek ke user experience jika ada datanya. Bila menemukan ada kejanggalan atau degradation KPI maka harus secepatnya dilakukan action atau escalation.

bagaimana cara mengoptim >> nah pada bagian ini kita tidak berhenti dari yang namanya belajar, karena strateginya buanyak banget, masing-masing vendor berbeda fitur, nama dan fungsi parameter enode-b. namun yang terpenting harus proper terlebih dahulu adalah planning antenna physical configuration..tilt dan azimuth yang benar sangatlah penting dalam implementasi jaringan khususnya LTE..baru kemudian ke planning parameter radio. Setelah kondisi radio sudah baik, namun ada masalah pada transmisi, maka diperlukan pengetahuan tentang transmisi, kapasitas bandwidth transmisi, packet loss rate, dan IP config.


Rabu, 31 Januari 2018

Buku Baru 4G LTE Advanced for Beginner & Consultant

Akhirnya sudah dirilis buku baru untuk teman-teman yang berjudul 4G LTE Advanced for Beginner & Consultant.
Berikut penampakan depan dan belakang buku ini :


Buku dengan spesifikasi B5 full color, 203 halaman, dan softcover ini berisikan konsep seluler 2G,3G,4G, LTE advanced, atoll,actix. dan lainnya. Tepat ditujukan untuk anda yang ingin belajar apakah itu LTE Advanced, yang ingin kembali mengingat teorinya, dan yang ingin mencoba planning tool Atoll dan pengenalan Actix sebagai data proccessing dan analyzer.  

Bagi teman-teman yang mau ikutan pre order bisa kunjungi link ini ya : http://bit.ly/2Gk98d9 (preview daftar isi juga dapat dilihat di web)
Batas waktu harga spesial pre order ini hanya sampai 6 Februari 2018.

Berikut isi bagian belakang buku :

Apakah anda termasuk :

1.    Engineer telekomunikasi yang kesulitan belajar LTE?
2.    Mahasiswa Teknik yang ingin mendapatkan materi cellular yang tidak pernah diajarkan di kampus
3.    Mahasiswa fresh graduate yang belum/baru memasuki dunia telekomunikasi
4.    Professional atau consultant yang berkecimpung di Radio planning and optimization
5.    Siapapun yang ingin mengenal lebih dalam teknis LTE maupun konsep seluler 2G dan 3G

Jika jawabannya ya, maka buku ini tepat untuk anda. Tidak hanya teori, buku ini juga menjabarkan ilmu prakteknya menggunakan planning tools Atoll hingga pengenalan Actix untuk analisis. Sebelum memasuki era 5G di Indonesia, anda haruslah mengenal terlebih dahulu teknologi sebelumnya yaitu 2G,3G,dan 4G. Di 4G kita mengenal teknologi LTE, yang kemudian berkembang menjadi LTE-Advanced guna memenuhi kriteria “the real 4G”.  Key Technology dari 5G sendiri berdasarkan dari Badan Standarisasi Teknologi mobile 3GPP, banyak yang diadopsi dari LTE.
Oleh karenanya sangat penting bagi kita memahami dan menguasai konsep dasar 4G agar memudahkan dan mendukung anda berkarya lebih baik saat terjun di dunia telekomunikasi ini. Tidak sedikit para engineer Indonesia yang sudah berkarya dan berkontribusi bahkan hingga luar negeri berbekal pengalaman dan pengetahuan yang kuat dimilikinya. Maukah anda menjadi expert berikutnya?

Selamat belajar & berkarya !

Kamis, 25 Januari 2018

Mahir Tools Ini Anda Pantas Dibayar Mahal (3)

Sistem Information Broadcast LTE yang dipancarkan enode B terbagi atas Master Information Block dan sejumlah System Information Block.
MIB di LTE informasinya sedikit, yaitu mengandung informasi : Bandwidth, PHICH, dan System Frame Number. MIB ditransmisikan oleh EUTRAN ke UE setiap 40ms, transmisi pertama dischedulekan di subframe 0 dari radio frame.
SIB1 mengandung informasi PLMN, TAC, Cell Selection info, frequency band indicator,dan scheduling information. SIB1 schedulenya bersifat fixed dan ditransmisikan secara periodik tiap 80 ms.
SIB2 (System Information Block type2) : mengandung informasi RACH configuration, BCCH,PDSCH,PUSCH,PUCCH configuration. Sounding RS configuration, UE timers.
SIB3 mengandung informasi cell reselection , dan intra frequency cell reselection.
SIB4 mengandung informasi intra frequency neighbouring cell list, blacklisted intra freq cells.

SIB5 mengandung informasi list EUTRA frequencies, inter frequency neighbouring cells, blacklisted inter frequency cells
SIB6 mengandung informasi list UTRA FDD freq, list UTRA TDD freq.
SIB7 informasi list GERAN frequencies dan informasi tentang frek ini yang relevan untuk cell reselection
SIB8 mengandung informasi pre-registration CDMA2000, list band CDMA2000, dan list neighbouring cell CDMA2000
SIB9 mengandung informasi nama home enodeB
SIB10 informasi sistem notifikasi peringatan gempa dan tsunami (ETWS)
SIB11 informasi notifikasi ETWS secondary
SIB12 notifikasi Commercial mobile alert system (CMAS).

Bagaimana cara melihat layer 3 message information menggunakan actix? berikut adalah cara melihat layer 3 message menggunakan actix. Pertama setelah menggabungkan data log dengan superstream, klik tab view dan protocol stack browser.


 Ganti data dengan superstream atau log yang dikehendaki untuk diperiksa (nomor 1), kemudian klik bagian LTE RRC yang dikehendaki misalnya PCCH paging (nomor 2), dan bagian nomor 3 adalah detail information yang terkandung di dalam PCCH paging tersebut.


Informasi SIB1 sebagai berikut dan dapat kita lihat di gambar juga terdapat baris SIB 2, SIB 3, SIB5 :


Anda dapat mengatur informasi kolom baru dengan meng-edit layernya :


Contoh isi dari SIB1 :
005221 11:22:26.751 RRC DL  BCCH-DL_SCH SystemInformationBlockType1
Message Name: "SystemInformationBlockType1",  Channel Name: "BCCH-SCH",  EARFCN:  39194,  PCI:  375
LTE_Uu_RRC: BCCH_DL_SCH_Message
-   .   .message:- c1:- systemInformationBlockType1
-   .   .   .   .   .cellAccessRelatedInfo
-   .   .   .   .   .   .plmn-IdentityList [ 0 ]
-   .   .   .   .   .   .   .plmn-Identity
-   .   .   .   .   .   .   .   .mcc [ 0 ]: 5
-   .   .   .   .   .   .   .   .mcc [ 1 ]: 1
-   .   .   .   .   .   .   .   .mcc [ 2 ]: 0
-   .   .   .   .   .   .   .   .mnc [ 0 ]: 0
-   .   .   .   .   .   .   .   .mnc [ 1 ]: 9
-   .   .   .   .   .   .   .cellReservedForOperatorUse: 1
-   .   .   .   .   .   .plmn-IdentityList [ 1 ]
-   .   .   .   .   .   .   .plmn-Identity
-   .   .   .   .   .   .   .   .mcc [ 0 ]: 5
-   .   .   .   .   .   .   .   .mcc [ 1 ]: 1
-   .   .   .   .   .   .   .   .mcc [ 2 ]: 0
-   .   .   .   .   .   .   .   .mnc [ 0 ]: 2
-   .   .   .   .   .   .   .   .mnc [ 1 ]: 8
-   .   .   .   .   .   .   .cellReservedForOperatorUse: 1
-   .   .   .   .   .   .trackingAreaCode: 1550
-   .   .   .   .   .   .cellIdentity: 38553365 ( eNB_Id: 150599, Cell_Id: 21 )
-   .   .   .   .   .   .cellBarred: 1 ( notBarred)
-   .   .   .   .   .   .intraFreqReselection: 0 ( allowed)
-   .   .   .   .   .   .csg-Indication: 0 (False)
-   .   .   .   .   .cellSelectionInfo
-   .   .   .   .   .   .q-RxLevMin: -62 (-124.0 dBm)
-   .   .   .   .   .p-Max: 23 (23.0 dBm)
-   .   .   .   .   .freqBandIndicator: 40
-   .   .   .   .   .schedulingInfoList [ 0 ]
-   .   .   .   .   .   .si-Periodicity: 1 ( rf16)
-   .   .   .   .   .   .sib-MappingInfo
-   .   .   .   .   .schedulingInfoList [ 1 ]
-   .   .   .   .   .   .si-Periodicity: 1 ( rf16)
-   .   .   .   .   .   .sib-MappingInfo [ 0 ]: 0 ( sibType3)
-   .   .   .   .   .schedulingInfoList [ 2 ]
-   .   .   .   .   .   .si-Periodicity: 2 ( rf32)
-   .   .   .   .   .   .sib-MappingInfo [ 0 ]: 2 ( sibType5)
-   .   .   .   .   .tdd-Config
-   .   .   .   .   .   .subframeAssignment: 2 ( sa2)
-   .   .   .   .   .   .specialSubframePatterns: 7 ( ssp7)
-   .   .   .   .   .si-WindowLength: 3 ( ms10)
-   .   .   .   .   .systemInfoValueTag: 6
  RRCSM,20:22:26.751,,8,2,"SystemInformationBlockType1","BCCH-SCH",39194,375,"70D44013A880A20C1C4988E2B046B388808408224ECC"

PCI Planning

Saat UE akan mengakses di jaringan LTE maka pertama kali yang akan dilakukan adalah prosedur pencarian sel. Tahap yang dilakukan oleh UE dengan jaringan adalah melakukan sinkronisasi parameter waktu dan frekuensi dari arah downlink dan mengirimkan sinyal untuk arah uplink dengan waktu yang tepat. Terdapat 3 parameter utama sinkronisasi dalam mengakses jaringan LTE,pertama yaitu akuisisi waktu simbol dengan menempati posisi awal simbol yang benar. Kedua, sinkronisasi carrier frequency, untuk mengurangi atau menghilangkan pengaruh salah frekuensi karena tidak sinkronnya lokal osilator antara transmiter dan receiver. Ketiga,sinkronisasi sampling clock.
LTE memiliki arsitektur yang lebih sederhana jika dibanding dengan 2G dan 3G. Setiap cell dilayani oleh eNodeB, dalam manajemen handover dilakukan dengan cara signalling secara langsung antar eNodeB, tidak melalui RNC/BSC seperti pada 3G dan 2G. Untuk dapat mengakses jaringan diperlukan Physical Cell Identity (PCI) yang digunakan oleh UE untuk identifikasi cell, dengan sinkronisasi waktu dan frekuensi. Prinsip kerja dari PCI hampir sama dengan pengalokasian scrambling code (SC) yang digunakan untuk membedakan dan memberi identitas sel dalam sistem WCDMA. PCI memiliki 504 kode dengan pembagiannya terdapat 168 grup pada 3 identitas cell. Tiga identitas cell dalam 1 grup biasanya disebut cell sektor yang dikontrol dalam eNodeB yang sama. Dengan pengalokasian PCI berkaitan erat dengan Neigbour Cell Relation (NCR) list yang dapat otomatis dapat diperbarui, salah satunya dengan melihat laporan pengukuran handover yang terjadi. PCI harus unik untuk mengidentifikasi cell tetangga dalam hal melayani trafik eNodeB. Jarak penggunaan kembali kode tersebut harus cukup besar, sehingga UE tidak dapat menghitung dan memberi laporan kepada 2 cell dengan PCI yang sama, tujuannya untuk mengetahui sinyal referensi (reference signal) arah downlink dan uplink.
            PCI bernilai dari 0 hingga 503 (berjumlah 504 PCI) yang dapat didefinisikan pada tiap cell dalam network. Terdiri atas SSS (Secondary Synchronization Signal) à168 grup (0…167) dan PSS(Primary Synchronization Signal) à berisi range 0…2.
Sinkronisasi Sinyal

            Deteksi sinyal broadcast tiap cell yang dibawa oleh Physical Broadcast Channel (PBCH) akan didekodekan oleh UE. Selanjutnya dilakukan proses sinkronisasi frekuensi dan waktu yang didapat dengan menggunakan Primary Synchronization Signal (PSS) dan Secondary Synchronization Signal (SSS). Pendeteksian kedua sinyal tesebut tidak hanya untuk sinkronisasi waktu dan frekuensi, tapi juga untuk memberikan informasi ke UE dengan physical layer identity, informasi panjang dari cyclic prefix yang merupakan panjang simbol tambahan dalam sistem OFDM untuk mengatasi inter symbol interference (ISI), dan juga memberikan informasi kepada UE mengenai cell yang ditempati menggunakan sistem frequency division duplex (FDD) atau time division duplex (TDD).
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tulisan di atas adalah preview salah satu bab dari buku kedua yang sebentar lagi akan dirilis pengumumannya, mohon doanya semoga dilancarkan :)



Selasa, 09 Januari 2018

Ericsson Parameter Optimization

Oke biar tidak hilang lagi, berikut adalah parameter penting optimization pada vendor Ericsson yang bersumber dari telecomsource.

System Configuration
primaryCpichPower: Parameter that controls the power level of the Primary CPICH.
maximumTransmissionPower: Parameter that can be used to limit the total DL power in a cell to a value lower than DL power capability of the RBS.
maxTxPowerUl: Used in UE functions for cell selection/ re-selection in idle mode and connected mode and also used by UTRAN to control the maximum transmitted power level a UE can use.

Capacity Management
compModeAdm: Absolute admission limit for the number of radio links in compressed mode in a cell.
dlCodeAdm: Parameter that defines in percentage the absolute admission limit for DL code usage
pwrAdm: Parameter that defines in percentage the absolute admission limit for DL power utilization.
sf8Adm: Defines the absolute admission limit for the number of RLs with SF=8 (PS384) in DL.
sf16Adm: Defines the absolute admission limit for the number of RLs with SF=16 (PS128 RAB) in DL.
sf32Adm: Defines the absolute admission limit for the number of RLs with SF=32 (PS64) in DL.
sf4AdmUl: Absolute admission limit for the number of RLs with SF=4 in UL (PS384/HS)
sf8AdmUl: Defines the absolute admission limit for the number of RLs with SF=8 in UL.
sf16AdmUL: Parameter that defines absolute admission limit for the number of RLs with SF=16 in UL.

Directed Retry
loadSharingDirectedRetryEnabled: An RNC-wide flag for turning on the feature.
directedRetryTarget: UA cell specific parameter that specifies the Directed Retry target in terms of a cell reference to an external GSM cell.
loadSharingGSMThreshold: A cell specific parameter that specifies the load sharing threshold below which Directed Retry to GSM is suppressed.
loadSharingGSMFraction: A cell specific parameter that specifies the fraction of qualified speech calls to be diverted to GSM.

Handover

maxActiveSet: Maximum number of cells allowed in the Active Set.
IndividualOffset: Offset value which can be assigned to each cell. It is added to the measurement quantity before the UE evaluates whether or not an event has occurred. It can either be positive or negative value.
measQuantity1: Defines the measurement quantity for intra-frequency reporting evaluation. Default is EcNo.
hsQualityEstimate: Indicates whether Ec/No or RSCP should be used for indicating "best cell" for HS-DSCH Cell Change. Default is RSCP.
reportingRange1a: Relative threshold referred to the CPICH of the best cell in the Active Set used as evaluation criteria for event 1a (a primary CPICH enters the reporting range).
reportingRange1b: Relative threshold referred to CPICH of the best cell in the Active Set used as evaluation criteria for event 1b (a primary CPICH leaves the reporting range).
reportingInterval1a: Time between periodic reports at event-triggered periodic reporting for event 1a
timeToTrigger1a: If event 1a condition is fulfilled during at least a time greater than or equal to timeToTrigger1a milliseconds, then event 1a occurs.
timeToTrigger2dEcno: If event 2d condition is fulfilled during at least a time greater than or equal to timeToTrigger2dEcno milliseconds, then event 2d occurs

HSDPA/EUL
numHsPdschCodes: Parameter that defines the number of codes allocated in a call only for HS-PDSCH (SF 16).
maxNumHsPdschCodes: Defines the maximum number of HS-PDSCH codes that may be allocated in a cell.
hsdpaUsersAdm: Cell parameter that defines the admission limit for the number of users assigned to the HS-DSCH. Applicable to admission requests related to RAB setup of an HSDPA service.
maxNumHsdpaUsers: Limits the maximum allowed number of simultaneous HSDPA users per cell that can be served.
eulServingCellUsersAdm: Defines the admission limit for the number of EUL users having the cell as serving cell.
eulNonServingCellUsersAdm: Cell parameter that defines the admission limit foe the number of EUL users having the cell as non-serving cell.
hsdschInactivityTimer: Time during which throughput has to be low in order to trigger a down-switch (dedicated to common state) for a UE in state DCH/HS or in state EUL/HS.

IRAT

usedFreqThresh2dRscp: Threshold for event 2d (the estimated quality of the currently used WCDMA RAN frequency is below a certain threshold) based on RSCP measurements.
usedFreqThresh2dEcno: Threshold for event 2d (the estimated quality of the currently used WCDMA RAN frequency is below a certain threshold) based on EcNo measurements..
gsmThresh3a: Threshold for event 3a (the estimated quality of the currently used WCDMA RAN frequency is below a certain threshold and the estimated quality of the GSM system is above a certain threshold) for GSM.
gsmPropRepeatInterval: Minimum time interval between proposals of the same GSM cell for handover based on the same measurement report.
gsmAmountPropRepeat: Maximum number of repeated proposals (not including the first proposal) of GSM cells for handover based on the same measurement report.

Idle Mode (Selection/ Reselection)
qQualMin: Minimum required quality level in the cell measured in the UE.
qRxLevMin: Parameter that indicates the min. required signal strength in the cell
qualMeasQuantity: Used for decision as to whether the 3G ranking for cell selection and reselection is based on EcNo or RSCP. Default is EcNo.
qHyst1: Hysteresis values used for serving cell, when ranking is based on CPICH RSCP
qHyst2: Hysteresis values used for serving cell, when ranking is based on CPICH EcNo
qOffset1sn: Signal strength offset b/w source and target cell for cell ranking based on CPICH RSCP.
qOffset2sn: Signal offset between serving cell and neighbor cell, based on CPICH EcNo.
sIntraSearch: Decision on when intra-freq. measurements should be performed. Following criteria is used:
sIntraSearch ≥ qQualmeas - qQualMin (where qQualmeas is the value measured by UE )
sInterSearch: Parameter is used to make decision to start inter-freq. measurements.
sInterSearch ≥ qQualmeas - qQualMin (where qQualmeas is the value measured by UE )
sRatSearch: Decision on when GSM measurement should be performed in relation to qQualMin.
sRatSearch ≥ qQualMeas – qQualMin (where qQualmeas is the value measured by UE )
sHcsRatSearch: Decision on when GSM measurement should be performed in relation to qRxLevMin.
sHcsRatSearch ≥ qRxLevMeas – qRxLevMin (where qRxLevMeas is the value measured by UE)


Semoga bermanfaat untuk anda..

Jumat, 05 Januari 2018

Sesuatu yang Spesial Untuk Anda

Pertengahan Januari...

Ada apa di pertengahan Januari 2018?

Nantikan pengumumannya ya,

yang pasti semoga bermanfaat untuk anda semua pembaca setia blog ini..

dapat ilmu? ...Insya Allah dapat

nambah penghasilan tambahan? ...Insya Allah juga dapat


on going preparation...

so, Keep Reading ya 

*note: diundur hingga waktu yang belum ditentukan







Sabtu, 16 Desember 2017

Mahir Tools Ini Anda Pantas Dibayar Mahal (2)

Ini adalah lanjutan tentang how to use Actix postingan di https://telecommunicationforall.blogspot.co.id/2017/10/mahir-tools-ini-anda-pantas-dibayar.html
, yang digunakan adalah versi standar Analyzer Classic.
Tool ini biasa saya dan teman-teman gunakan untuk mengolah data log drive test agar dapat dianalisis, dikonversi ke map info, maupun google earth, membaca layer 3 messages, dan lain-lain.

1. Open Actix


2. Klik kanan pada Loaded Data Files dan select Open Logfile


3. Select logfile nmf yang ingin dilihat.

4. Proses load logfiles

5. Combine all logfiles dengan menggunakan superstream



6. Atur logfile mana saja yang ingin digabungkan, dan atur penamaan setelah nantinya digabung.
Anda juga dapat mencentang kotak di logfile tertentu agar tidak capek-capek klik dengan fitur Matching.


7. Setelah superstream selesai, anda dapat melihat hasil combine tersebut di bagian Loaded Data Files
 8. Dropdown bagian superstream tersebut untuk melihat isinya


9. Isi dari tiap log file yang sudah kita load tadi ada banyak data seperti Event-event yang terjadi saat drive test , di bagian serving cell parameters ada kita bisa melihat frekuensi apa saja yang serving saat drive test, bandwidth yang digunakan 


10. Contoh jika ingin menampilkan plot RSRP kita tinggal klik kanan di bagian LTE_UE_RSRP dan display on map. Display on table untuk melihat data berupa baris dan kolom (dapat dikonvert ke excel juga,dan dapat ditambahkan dengan data lainnya seperti SINR, MCS, BLER,dll tinggal drag saja ke table tersebut.

 11. Pengaturan Layer dan untuk export ke bentuk map info .tab atau google earth .kml




 ...bersambung









Senin, 27 November 2017

Join Kulgram Ilmu Planning dan Optim

Hai kawan semua yang membaca postingan ini,
Ada kulgram gratis lho bagi teman-teman yang ingin mempelajari ilmu planning dan optim telekomunikasi. Kita mungkin suka lupa dan ada kesulitan / kasus pada pekerjaan sehari-hari, siapa tahu dengan adanya sarana di telegram ini kita dapat saling membantu dan berbagi pengetahuan.

Jika ada yang belum install telegram,silahkan diinstal dulu di app store seperti biasa, kemudian join di link di bawah ini

Join link kulgram di sini : https://t.me/NPOtelekom

Jika sudah join mohon bantuannya untuk vote topik di sana, dan silahkan share link di atas tadi kepada teman-teman anda agar juga mendapat manfaatnya. Monggo jangan disimpan sendiri, dan berbagilah. Kita tidak boleh kalah oleh kekompakan engineer asing yang berada di seluruh dunia karena mereka memang kompak untuk mengajak dan meng-endorse rekan-rekannya juga turut menjadi pintar dan sukses.

Saya rasa engineer Telko Indonesia pun banyak yang pintar, namun masih sedikit yang mau berbagi kepada junior-juniornya. Jika teman-teman ingin berkontribusi di kulgram ini, silahkan kontak saya agar dijadikan salah satu admin yang dapat mengisi materi. Bagi yang mempunyai case di pekerjaan dan belum dibahas di sana ataupun segala masukan baru silahkan dikomen saja di sini.

Terima kasih atas perhatian teman-teman,
Salam kompak

Search Another

Blog search